Rumah Tapak Jakarta Selatan Jadi Incaran Pemburu Hunian Menguntungkan

RUMAH.COM
26 Juni 2021, 08:26
KENAIKAN INDEKS HARGA PROPERTI RESIDENSIAL
ANTARA FOTO/ Reno Esnir/rwa.

Kota Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) tampaknya masih menjadi favorit warga Jabodetabek untuk mencari properti yang menguntungkan. Pada kuartal pertama (Q1) 2021, sebanyak 24 persen pemburu properti di Jabodetabek melalui Rumah.com cenderung mencari rumah tapak atau apartemen di wilayah Jakarta Selatan ketimbang kota-kota lainnya.

Grafik 1.1 Persentase Tren Pencarian Properti Berdasarkan Kota di Jabodetabek lewat Rumah.com

Advertisement
rumah.com #3
rumah.com #3 (rumah.com)

Jakarta Selatan memang punya banyak daya tarik ketimbang wilayah lain di Jabodetabek. Adanya pusat-pusat bisnis seperti Sudirman Central Business District (SCBD) hingga kawasan elit di Kebayoran Baru maupun Pondok Indah, tampaknya Jakarta Selatan sudah sejak lama dikenal penuh glamor dan menarik para investor untuk menanamkan modalnya di sana.

Situasi ini pun semakin meriah karena kehadiran mal-mal mewah yang semakin menjamur di berbagai sudut Kota Jakarta Selatan. Bahkan berdasarkan pantauan Rumah.com, ada empat mal baru yang dibuka di tengah pandemi Covid-19 untuk menggelorakan kembali ekonomi Jabodetabek.  Di antaranya, AEON Mall Southgate Tanjung Barat, Mall At District 8 di SCBD, Pondok Indah Mall (PIM) 3, dan Senayan Park at Taman Ria Senayan (SPARK).

Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) 2021 mencatat tren pencarian properti di Jaksel meningkat  signifikan sepanjang pandemi Covid-19 (lihat grafik 1.2)

Grafik 1.2 Indeks Tren Pencarian Properti di Jakarta Selatan lewat Rumah.com (2017-2021)

rumah.com #3
rumah.com #3 (rumah.com)

Saat pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, tren pencarian properti di Jakarta Selatan melejit ke angka yang belum pernah dicapai sebelumnya. Indeks pencarian properti pada kuartal kedua (Q2) 2020 atau masa awal COVID-19 berada pada angka 170 atau naik 130 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Tren pencarian properti online di Jakarta Selatan terus meningkat. Pada kuartal ketiga (Q3) 2020 indeks pencarian properti di Jakarta Selatan tercatat sebesar 255 atau naik 85 persen dibandingkan kuartal kedua (Q2) 2020 secara kuartalan (QoQ). Tren pencarian ini tetap stabil hingga kuartal pertama (Q1) 2021, di mana indeks pencarian berada pada posisi 251.

Selain karena daya tarik Jakarta Selatan yang semakin baik, pandemi Covid-19 pun membuat para pemburu properti memilih  pencarian lewat daring seperti Rumah.com untuk mencari properti idaman sehingga bisa terhindar dari penyebaran virus berbahaya.

Rumah Tapak Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19

Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) 2021 mencatat, harga rumah tapak di Jakarta Selatan mampu mempertahankan pertumbuhannya meski pandemi Covid-19 melanda Indonesia begitu hebat.

Grafik 1.3 Indeks Harga Rumah di Jakarta Selatan (Q1 2017-Q1 2021)

rumah.com #3
rumah.com #3 (rumah.com)

Indonesia dihantam pandemi Covid-19 sejak kuartal kedua 2020. Namun, situasi darurat tidak membuat indeks harga rumah tapak di Jakarta Selatan anjlok. Justru kenaikan yang terjadi pada kuartal pertama (Q1) 2020 sebesar 0,4 persen secara kuartalan semakin kuat sehingga pada kuartal kedua (Q2) 2020 harga rumah tapak di Jakarta Selatan naik ke level 117,4 atau meningkat sebesar 3,7 persen dibanding kuartal sebelumnya.

Kenaikan indeks harga rumah tapak di Jakarta Selatan mencapai puncaknya pada kuartal keempat, ketika terjadi peningkatan sebesar 4,1 persen secara kuartalan. Menjelang 2021, dinamika harga properti di Jakarta Selatan sudah tak se-bullish sebelumnya. Meski demikian, secara tahunan, indeks harga rumah tapak masih menunjukkan kenaikan sebesar 6 persen pada kuartal pertama 2021.

Stagnasi pasar properti pada kuartal keempat 2020 dan kuartal pertama 2021 tampaknya dipengaruhi oleh indeks suplai rumah tapak di Jakarta Selatan.

Grafik 1.4 Indeks Suplai Rumah Tapak di Jakarta Selatan lewat Rumah.com (Q1 2017-Q1 2021)

rumah.com #3
rumah.com #3 (rumah.com)

Ramainya pasar properti di Jakarta Selatan berdampak pada peningkatan indeks suplai rumah tapak yang cukup signifikan selama masa darurat pandemi Covid-19.

Dalam Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) 2020, indeks suplai rumah tapak di Jakarta Selatan pada kuartal kedua 2020 naik sebesar 18,6 persen ke level 139,7 secara kuartalan (QoQ).

Suplai ini terus meningkat. Hingga Q1 2021, indeks harga properti mencapai level 179,1 atau naik sebesar 15 persen. Tingginya suplai bisa menjadi salah satu faktor penurunan harga rumah tapak di Jakarta Selatan pada kuartal keempat 2020. Namun, stagnasi harga pada kuartal pertama 2021 menunjukkan pemulihan pasar properti di Jakarta Selatan yang sangat cepat dan harapan kenaikan indeks harga rumah tapak di kuartal selanjutnya.

Kondisi pasar rumah tapak di Jakarta Selatan yang seakan tidak terpengaruh oleh pandemi Covid-19 setidaknya dipengaruhi dua faktor, yakni keberadaan kalangan atas di Jakarta Selatan serta infrastruktur jalan yang lebih baik ketimbang wilayah lain di DKI Jakarta.

Halaman:
Penulis: Padjar Iswara
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement