Zulhas Sampaikan Instruksi Prabowo Agar Tak Ada Kenaikan Harga Jelang Ramadan

Ringkasan
- Pertamina NRE dan PTPN III bermitra untuk mengkomersialkan kredit karbon dari PLTBg Sei Mangkei yang menghasilkan energi bersih dan menangkap gas metana.
- Proses pembangkitan PLTBg menggunakan limbah POME yang ditampung di kolam tertutup untuk mencegah emisi gas metana, dengan estimasi kredit karbon 15-25 ribu ton CO2 per tahun.
- Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan inovasi dan teknologi, serta eksplorasi proyek lain yang berpotensi menghasilkan kredit karbon untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan diversifikasi pendapatan.

Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar tidak ada kenaikan harga menjelang ramadan 2025. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam acara Green and Smart Port Awards 2024, Rabu (26/2).
Zulhas menyoroti peran penting pelabuhan dalam menjaga distribusi dan ketersediaan pasokan barang. “Peran pelabuhan penting, agar distribusi dan ketersediaan pasokan barang lancar,” ujar Zulhas.
Dia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengadakan pertemuan tertutup dengan sejumlah pelaku usaha dari berbagai sektor. Pertemuan ini bertujuan untuk memastikan suplai produk yang lebih besar selama ramadan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.
“Sehingga masyarakat yang akan merayakan puasa dan Lebaran nanti tidak terganggu. Jadi mohon bantuannya pelabuhan agar distribusinya lancar,” katanya.
Ia juga menyoroti permasalahan antrean panjang di pelabuhan yang sering kali mencapai beberapa kilometer. “Tapi untuk sembilan bahan pokok, saya minta diistimewakan,” ujarnya.
Green and Smart Port untuk Swasembada Pangan
Zulhas juga menekankan bahwa konsep green and smart port memiliki peran krusial dalam pencapaian swasembada pangan, terutama dalam hal distribusi karbohidrat, protein, dan hasil perkebunan. Mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, kecepatan distribusi menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan tersebut.
Selain membahas stabilitas harga, dia juga menyinggung target ambisius yang ditetapkan oleh International Maritime Organization (IMO) bagi Indonesia dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor pelayaran hingga 50% pada tahun 2050.
“Oleh karena itu, dilaksanakanlah Program Assessment Green and Smart Port, yang berfokus pada pengelolaan pelabuhan yang berkelanjutan. Dalam program ini, aspek lingkungan memiliki porsi 80%, sedangkan efisiensi energi dan digitalisasi mencakup 20%,” ujarnya.
Dalam empat tahun terakhir, sebanyak 33 pelabuhan telah mengikuti asesmen tersebut, sebagai bagian dari upaya mencapai standar keberlanjutan dalam operasional pelabuhan di Indonesia.