Penampung Pengungsi Ukraina di Inggris Bakal Dapat Rp 6 Juta per Bulan
Pemerintah Inggris bakal membayar 350 poundsterling atau US$ 456 per bulan, bagi warganya yang menampung orang-orang Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia. Jumlah tersebut setara Rp 6,5 juta per bulan.
Skema baru itu disebut sebagai "Rumah untuk Ukraina", di mana pemerintah Inggris akan membiarkan pengungsi perang Ukraina datang ke Negeri Ratu Elisabeth, meskipun tanpa memiliki ikatan keluarga. Melansir Reuters, pada Minggu (13/3) pemerintah Inggris menyatakan akan membayar warganya yang dapat menawarkan pengungsi Ukraina kamar, atau properti cadangan untuk jangka waktu minimal enam bulan.
Perdana Menteri Boris Johnson berusaha menunjukkan bahwa Inggris turut membantu dan merespon kondisi yang terjadi terkait invasi Rusia ke Ukraina. Di mana, sebelumnya pemerintah Inggris sempat mendapatkan kritik karena dinilai lambat dalam menerima pengungsi Ukraina.
Anggota parlemen dari semua partai politik utama sebelumnya mendesak pemerintah agar pengungsi Ukraina mencari visa dan tes biometrik sebelum tiba di Inggris. Di mana, birokrasi menjadi prioritas, ketimbang kesejahteraan para pengungsi Ukraina yang melarikan diri dari perang.
Di bawah skema baru pemerintah Inggris, anggota masyarakat, badan amal, bisnis dan kelompok masyarakat dapat menawarkan akomodasi melalui halaman web.
Menteri Perumahan Inggris, Michael Gove dalam sebuah pernyataannya menyampaikan kalau Inggris berada di belakang Ukraina. Masyrakat Inggris juga turut memahami perlunya menyelamatkan orang sebanyak mungkin, dan secepat mungkin.
"Saya mendesak orang-orang di seluruh negeri untuk bergabung dalam upaya nasional dan menawarkan dukungan kepada teman-teman Ukraina kita. Bersama-sama, kita dapat memberikan rumah yang aman bagi mereka yang sangat membutuhkannya," kata Michael.
Selain itu, pemerintah Inggris juga menjelaskan bahwa warganya yang menawarkan kamar atau rumah harus menunjukkan bahwa akomodasi tersebut memenuhi standar, dan memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan catatan kriminal.
Badan Pengungsi PBB pekan lalu menyatakan, jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Ukraina kemungkinan meningkat menjadi lebih dari 4 juta, atau dua kali lipat dari perkiraan saat ini, yakni sekitar 2 juta.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock mengatakan Jerman akan menjemput 2.500 pengungsi Ukraina dari Moldova, pada Sabtu (12/3). Upaya tersebut dilakukan saat Eropa timur tengah kewalahan membantu pengungsi.
Baerbock menyatakan, Jerman berkomitmen untuk membantu negara-negara tetangga Ukraina mengurus pengungsi. Koridor, kata Baerbock, akan dibangun via Romania untuk mengantarkan para pengungsi ke Jerman, sebagian besar dengan bus.
"Eropa dan negara kami berdiri bersama dalam solidaritas dengan Anda, kami akan menampung pengungsi dari Anda," kata Baerbock usai pertemuan dengan mitranya dari Moldovan di Kishinau.
Jumlah pengungsi Ukraina, sejak Rusia meluncurkan invasi pada 24 Februari, kini berjumlah lebih dari 2,5 juta orang dan sejumlah kota di Eropa timur kini kehabisan akomodasi. Lebih dari 270.300 orang telah menyeberang ke Moldova dari Ukraina dan sekitar 105.000 di antaranya menetap di sana.
Hingga saat ini, pengungsi yang terdaftar di Jerman berjumlah 109.183 orang, kata kementerian dalam negeri Jerman, Jumat (11/3). Masyarakat Jerman telah menawarkan 300 ribu rumah pribadi untuk menampung para pengungsi.
