Sudirman Minta Pertamina Paparkan Kesiapan Kelola Blok Mahakam

Anggita Rezki Amelia
25 Juli 2016, 16:59
No image
Menteri ESDM Sudirman Said

Di sisi lain, terkait peluang bergabungnya Total E&P dan Inpex Corporation pasca berakhirnya kontrak Blok Mahakam, Sudirman mengatakan hanya tinggal menunggu sikap Total. Adapun Inpex sejak awal sudah memutuskan berapapun besaran hak kelola yang diberikan pemerintah akan tetap diapresiasi dan tetap berkomitmen investasi jangka panjang.

Sementara itu, Sudirman mengungkapkan,  Total masih menghitung nilai keekonomian Blok Mahakam. “Jumlahnya persentasenya kecil barang kali, dan kami hormati sikap mereka. Tapi suatu ketika sebelum akhir tahun ini sudah diputus,” ujar dia.

Sekadar informasi,pemerintah menyerahkan 100 persen hak kelola Blok Mahakam kepada Pertamina setelah kontrak Total berakhir 31 Desember 2017. Tapi, pemerintah memberi kesempatan ke Pertamina untuk menggandeng pengelola lama, yakni Inpex dan Total, dengan porsi maksimal 30 persen.

Dalam masa transisi ini, Pertamina juga menyatakan kesiapannya untuk mendanai program di Blok Mahakam pada 2017. Ini dilakukan agar produksi blok yang ada di Kalimantan Timur itu tidak menurun.

Tapi, untuk bisa merealisasikan itu, Pertamina butuh payung hukum. “Pedoman Tata Kerja mungkin bentuknya. Nanti penerapan akuntansinya seperti apa, karena ini uangnya dari Pertamina dan yang mengeksekusi Total,” ujar dia. (Baca: Pertamina Akan Talangi Biaya Investasi 2017 Blok Mahakam)

President and General Manager Total E&P Indonesia Hardy Pramono menyambut positif rencana Pertamina mulai berinvestasi di Blok Mahakam pada 2017. Tapi untuk pelaksanaannya memerlukan payung hukum dan persetujuan yang diberikan oleh otoritas terkait, yakni SKK Migas.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...