Jokowi Resmi Lantik Indriyanto Seno Adjie sebagai Dewas KPK
Presiden Joko Widodo resmi melantik Indriyanto Seno Adji sebagai Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggantikan Artidjo Alkostar yang meninggal dunia. Pelantikan Indriyanto dilakukan di Istana Negara, Jakarta pada Rabu (28/4).
Pelantikan dilakukan usai Jokowi mengambil sumpah anggota baru Kabinet Indonesia Maju. Adapun pelantikan juga dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Ketua KPK Firli Bahuri.
"Demi Allah saya bersumpah dengan sungguh-sungguh bahwa saya untuk melaksanakan tugas ini, langsung atau tidak langsung, dengan menggunakan nama atau cara apapun juga tidak memberikan atau menjanjikan sesuatu apapun kepada siapapun juga," kata Indriyanto saat membacakan sumpah jabatan.
Dikutip dari berbagai sumber, Indriyanto merupakan guru besar Universitas Krisnadwipayana, dosen di Magister Hukum Universitas Indonesia serta Guru Besar di Pusdiklat Kejaksaan Agung RI.
Jokowi sebelumnya pernah menunjuk Indriyanto sebagai Plt pimpinan KPK bersama Taufiequrachman Ruki dan Johan Budi pada 2015 silam. Mereka menggantikan Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan Busyro Muqoddas.
Ia juga sempat tercatat sebagai advokat yang membela mantan Presiden Soeharto saat melawan majalah Time. Ia menjadi pengacara Soeharto bersama Juan Felix Tampubolon, OC Kaligis, Mohamad Assegaf, dan Denny Kailimang.
Indriyanto menggantikan posisi Artidjo Alkostar meninggal dunia pada Minggu, 28 Februari 2021. Dia akan melengkapi anggota Dewas KPK bersama Tumpak H Panggabean, Albertina Ho, Syamsuddin Haris, dan Harjono.
Syamsuddin Harris pun menghormati keputusan Presiden untuk menunjuk Indriyanto. "Tentu saja (keputusan) merupakan wewenang Presiden. Dewas dalam posisi menerima siapa pun yang akhirnya ditunjuk oleh Presiden," ujar dia saat dihubungi Katadata.co.id.
