Gelar Program Pendanaan Tahap 3, Grab Incar Startup Kuliner & Logistik

Grab menilai startup kuliner dan logistik potensial. Peserta yang lolos akan masuk ekosistem Grab.
Image title
3 Maret 2020, 15:07
Gelar Program Pendanaan Tahap 3, Grab Incar Startup Kuliner & Logistik
Grab
Ilustrasi, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi

Grab menggelar program pendanaan, Grab Venture Velocity (GVV) angkatan III tahun ini. Decacorn asal Singapura itu mengincar startup kuliner dan logistik kali ini.

Perusahaan penyedia layanan on demand itu sudah menggelar dua kali GVV sejak 2018. Ada 10 startup di Asia Tenggara yang ikut serta program tersebut. Enam di antaranya berasal dari Indonesia yakni Eragano, PergiUmroh, Porter, Sayurbox, Tanihub, Tamasia, dan Qoala.

Tahun ini, Grab tidak menargetkan jumlah startup yang berpartisipasi. Namun, Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, GVV kali ini menyasar restoran kecil dan startup logistik karena dinilai potensial.

"Kami melihat potensi besar, pengusaha warung makanan itu banyak. Sekarang lagi tren, mereka (restoran) bantu ekonomi digital. Lalu, sektor logistik jadi sangat penting di Indonesia," kata Neneng di Jakarta, Selasa (3/2). 

Advertisement

(Baca: Grab Pacu Pengembangan 10 Startup, Mayoritas dari Indonesia)

Grab pun menggelontorkan investasi Rp 3 triliun atau US$ 250 juta untuk menggelar GVV sejak 2018. Neneng mengklaim, program GVV sebelumnya berhasil memberdayakan 117 ribu pengusaha mikro selama dua tahun. 

Startup yang lolos berpeluang mengikuti proyek (pilot project) layanan di platform Grab. "Mereka bisa memaksimalkan konsumen kami. Karena basis pasarnya besar sekali,” ujar Neneng.

Dari dua angkatan sebelumnya, 10 startup sudah menjajal pasar melalui platform Grab. Startup Sayurbox misalnya, masuk di fitur widget aplikasi Grab. “Konsumen bisa membeli sayuran Sayurbox di Grab," kata Neneng. 

Pengembangan ekosistem seperti itu sangatlah penting untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas. "Dengan kolaborasi, semakin cepat dan bisa besar sama-sama," ujar dia.

Perusahaan rintisan yang berhasil mengikuti GVV juga akan mendapat bimbingan terkait bisnis dari Grab, praktisi hingga investor. Harapannya, startup hasil akselerasi GVV bisa menjadi unicorn baru Tanah Air.

Pendaftaran GVV angkatan III sudah dibuka dan akan ditutup pada 31 Maret. Tahun lalu,  setidaknya 200 startup mendaftar GVV. 

(Baca: Grab Siapkan Rp 3 Triliun untuk Investasi ke Startup)

Grab berkolaborasi dengan BRI Ventures untuk mendanai startup-startup hasil akselerasi GVV. CEO BRI Ventures Nicko Widjaja mengatakan akan agresif membantu dan terlibat dalam pendanaan startup-startup yang lolos di GVV angkatan III.

"Di BRI Grup punya ekosistem yang besar. Fokusnya UKM. Kami akan lakukan bagaimana agar involved (pada pendanaan) dengan sektor ini," kata Nicko. Meski tidak menyebutkan nilai investasinya, komposisi pendanaan dari BRI Ventures setengah dari total dana yang disiapkan untuk GVV angkatan III. Setengahnya lagi berasal dari Grab Indonesia. 

Co-founder & COO of Qoala Tommy Martin mengatakan, pangsa pasar menjadi lebih luas setelah masuk ekosistem Grab. Qoala merupakan salah satu startup yang lolos pada GVV angkatan II, yang saat itu hanya menyasar generasi millennial.

Setelah masuk ekosistem Grab, Qoala bisa bekerja sama dengan GrabKios memberikan layanan asuransi pada mitra. "Kerja sama dengan Grab, berikan challange baru layani segmen berbeda," kata Tommy.

(Baca: Gaet UI, Grab Kembangkan Startup Bidang Teknologi, Medis, dan Sosial)

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait