Lazada Beri Ganti Rugi jika Pengiriman Barang Terlambat

Gojek dan startup logistik Paxel juga menawarkan ganti rugi atas keterlambatan pengiriman. Selain gratis ongkos kirim, kompensasi mulai menjadi tren.
Desy Setyowati
2 Desember 2019, 12:51
lazada beri ganti rugi jika pengirima barang lazmall terlambat. program kompensasi logistik mulai menjadi tren
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Ilustrasi, kesibukan penyortiran item di Warehouse Lazada di kawasan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (12/11/2019).

Layanan ganti rugi atas keterlambatan pengiriman barang mulai menjadi tren. Kali ini giliran perusahaan e-commerce, Lazada yang memberikan kompensasi langsung jika pengiriman barang yang dipesan di platform-nya terlambat.

Chief Business Officer Lazada Indonesia Pierre Beckers mengatakan, layanan anyar itu diberi nama Jaminan Pengiriman LazMall. Layanan ini tersedia di Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam dan Filipina.

Kompensasi otomatis diberikan kepada konsumen, jika pengiriman barang melebihi batas waktu yang tertera di laman konfirmasi pemesanan (Order Confirmation Page). Dengan begitu, pengguna tidak lagi harus mengajukan klaim. “Ini bentuk nyata komitmen kami dalam memberikan pengalaman end to end,” kata Pierre dikutip dari siaran pers, Senin (2/12).

Uang ganti rugi akan masuk ke Lazada wallet atau Lazada Credit pengguna, atau dalam bentuk voucher. Hanya saja, layanan kompensasi ini berlaku untuk pembelian di LazMall.

(Baca: Incar Konsumen Daerah, Tokopedia Beri Gratis Ongkos Kirim Tahun Depan)

Lazada memang memiliki layanan logistik sendiri, yakni Lazada Express (LEX). Perusahaan asal Singapura ini mempunyai jaringan gudang dan 30 lebih sentra pemenuhan alias fulfillment center di beberapa kota besar Asia Tenggara.

Layanan logistik tersebut menangani 70% dari pengantaran last mile pesanan Lazada di seluruh Asia Tenggara. “Jaminan Pengiriman LazMall merupakan bentuk kepercayaan diri kami akan infrastruktur logistik yang mumpuni,” kata Pierre.

LazMall merupakan mal virtual di platform Lazada. Ada lebih dari 7 ribu pemegang merek (brand) dan distributor yang bergabung melalui LazMall. Secara keseluruhan, startup e-commerce ini telah menggaet 50 juta pengguna aktif per Agustus 2019.

Selain Lazada, beberapa startup Indonesia mulai menawarkan ganti rugi atas keterlambatan pengiriman atau penjemputan. Gojek misalnya, memberikan voucher GoRide Rp 3 ribu jika mitra pengemudi terlambat menjemput lebih dari tiga menit pada Oktober lalu.

Decacorn Tanah Air ini juga meluncurkan GoFood Turbo. Perusahaan menjanjikan makanan sampai dalam 30 menit. Jika lebih dari itu, konsumen bisa memperoleh voucher GoFood. Namun, layanan ini terbatas di beberapa tempat saja.

(Baca: Perkuat GoFood, Gojek Luncurkan Tiga Layanan Baru)

Startup logistik Paxel juga mengusung program serupa. Paxel menawarkan pengiriman barang antarkota dalam sehari (sameday delivery). Perusahaan ini menjanjikan pengembalian uang (refund) jika pengiriman barang terlambat.

Riset Facebook pada 2019 menunjukkan, perusahaan e-commerce berpotensi merugi US$ 20 miliar atau sekitar Rp 280 triliun setiap tahunnya. Alasannya, karena ada friksi ketika pengguna berkunjung ke platform e-commerce, sehingga batal berbelanja.

Studi tersebut bertajuk Zero Friction Future, yang dikerjakan Facebook bersama Boston Consulting Group (BSC) dan Growth for Knowledge (GfK). Berdasarkan riset itu, 94% masyarakat Indonesia menemukan friksi atau hambatan saat berbelanja. Alhasil, 54% di antaranya batal berbelanja.

Sedangkan berdasarkan riset Paxel, 36% dari 353 penjual online yang disurvei merasa kecepatan pengiriman barang lebih penting ketimbang ongkos kirim yang murah. "Bahkan, setelah menggunakan jasa same day delivery, 97% penjual mengalami peningkatan volume pengiriman barang dagangan," COO Paxel Zaldy Ilham Masita pada Oktober lalu.

(Baca: Riset Paxel: Mayoritas UKM Pilih Jualan di Medsos Daripada E-Commerce)

Video Pilihan

Artikel Terkait