Tanggapi Isu Diakuisisi OVO, Bareksa Sebut Tengah Menggalang Pendanaan

“Yang sudah disepakati sejauh ini adalah partnership untuk membuat terobosan baru berikutnya,” kata CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra.
Image title
Oleh Cindy Mutia Annur
16 April 2019, 17:00
Fintech, OVO akuisisi Bareksa, Taralite
Bareksa
Peresmian Bareksa Prioritas di Medan, Sumatera Utara.

Financial technology (fintech) pembayaran PT Visionet Internasional (OVO) sempat dikabarkan mengakuisisi Bareksa Portal Investasi (Bareksa). Namun, CEO Bareksa Karaniya Dharmasaputra membantah kabar tersebut.

Dia menjelaskan, OVO hanya sebatas mitra Bareksa. “Yang sudah disepakati sejauh ini adalah partnership untuk membuat terobosan baru berikutnya,” kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa (16/4).

(Baca: OVO Gandeng Bareksa, Taralite, dan Do-It untuk Perluas Ekosistem)

Pada Maret lalu, marketplace reksadana online ini memang bekerja sama dengan OVO serta fintech pinjaman (lending) yakni Do-It dan Taralite. Karaniya menjelaskan, kerja sama itu fokus pada sinergi uang elektronik dengan investasi secara elektronik (e-investing).

Kendati begitu, ia menyampaikan bahwa saat ini perusahaannya tengah menggalang pendanaan seri B. “Kami sedang berbicara secara intensif dengan beberapa investor potensial,” ujar Karaniya.

(Baca: Gaet Nasabah Kaya, Bareksa Buka Cabang di Medan)

Sementara OVO enggan memberikan komentar terkait kabar akuisisi tersebut. Padahal, berdasarkan laporan DealStreetAsia yang dikutip TechInAsia, akuisisi ini digadang-gadang mencapai US$ 20 juta atau sekitar Rp 280 miliar.

TechInAsia menyebutkan, bila akuisisi tersebut benar dilakukan, maka OVO bisa memperluas pasarnya hingga ke investor reksadana. Sebab, aksi korporasi ini memungkinkan pengguna berinvestasi reksa dana langsung dari aplikasi OVO.

(Baca: Akuisisi Taralite, OVO Rambah Bisnis Pinjaman)

Sebelumnya, Kr.asia.com melaporkan OVO telah mengakuisisi PT Indonusa Bara Sejahtera atau Taralite. Dengan begitu, OVO memperluas bisnisnya ke sektor fintech pinjaman. Kr.asia.com melaporkan akuisisi tersebut disepakati pada Februari 2019.

Pendiri Taralite Abraham Viktor menyampaikan keputusannya bergabung dengan OVO ini bertujuan untuk memperluas pasar. Selain itu, langkah ini merupakan upaya Taralite untuk mendiversifikasi produk pinjamannya. “Viktor akan tetap menjadi CEO Taralite,” demikian dikutip dari Kr.asia.com, pada Maret lalu.

(Baca: Dikabarkan Jadi Unicorn, OVO Fokus Tingkatkan Transaksi)

Reporter: Cindy Mutia Annur

Video Pilihan

Artikel Terkait