Mencuit Bitcoin, Akun Twitter Obama, Bill Gates hingga Apple Diretas

Cindy Mutia Annur
16 Juli 2020, 12:36
Akun Twitter Obama, Bill Gates hingga Apple Diretas, Cuit soal Bitcoin
REUTERS/Yuri Gripas TPX IMAGES OF THE DAY
Presiden AS periode 2009-2017 Barack Obama

Lusinan akun Twitter milik sejumlah tokoh seperti Barack Obama, Bill Gates, Elon Musk hingga Apple diretas. Peretas meminta pengikut (follower) mengirimkan US$ 1.000 dalam bentuk bitcoin melalui akun-akun itu.

Melalui akun yang diretas itu, peretas mengaku akan mengembalikan bitcoin yang dikirim dua kali lipat.

Pada akun Bill Gates misalnya, cuitan itu berbunyi “saya berjanji akan menggandakan semua pembayaran ke alamat (akun) bitcoin saya dalam 30 menit. Anda mengirimkan US$ 1.000, maka saya kirimkan US$ 2.000.”

Tak lama berselang, Twitter melalui akun resminya mengatakan bahwa peretasan itu bertujuan menipu pengguna dengan modus rekayasa sosial (social engineering). “Kami meyakini ini sebagai serangan rekayasa sosial yang terkoordinasi,” kata perusahaan melalui akun @TwitterSupport, Kamis (16/7).

(Baca: Pakar IT Ungkap 6 Sebab Penonton Video Pornografi Diincar Hacker)

Perusahaan menduga, para peretas meretas akun karyawan sehingga bisa masuk ke sistem. Dengan begitu, mereka dapat mengatur ulang alamat email yang terkait dengan akun.

Twitter langsung mengunci akun-akun yang diretas dan menghapus cuitan yang diunggah oleh peretas. Namun, sebagian besar akun dapat kembali mengunggah konten serupa.

"Kami sedang berusaha untuk memulihkan keadaan secepat mungkin," ujar juru bicara Twitter dikutip dari Business Insider. "Penyelidikan kami berlanjut.”

(Baca: Akun CEO Twitter Sempat Diretas, Kirim Cuitan Rasis dan Bahas Hitler)

Akun selebritas seperti Kanye West dan Kim Kardashian West juga diretas. Begitu juga dengan akun orang terkaya di dunia, CEO Amazon Jeff Bezos.

Saat peretasan berlanjut, Twitter tampaknya menonaktifkan akun terverifikasi untuk sementara. Hal ini untuk membatasi kemampuan peretas dalam mengunggah konten, mengatur ulang kata sandi, dan beberapa fungsi lainnya.

"Ini hari yang berat bagi kami di Twitter. Kami semua merasa tidak enak hal ini terjadi," CEO Jack Dorsey melalui akun Twitter-nya.

(Baca: Mengenal RaidForums, Forum Hacker Tempat Jual-Beli Data yang Bocor)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait