Grab Pimpin Pendanaan Rp 1,4 Triliun ke Fintech BUMN LinkAja

Grab pimpin pendanaan seri B LinkAja. Ini pertama kalinya fintech milik negara itu memperoleh dana segar dari perusahaan swasta.
Desy Setyowati
10 November 2020, 14:23
Grab Pimpin Pendanaan Rp 1,4 Triliun ke Fintech Milik Negara, LinkAja
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Ilustrasi, pengunjung melakukan transaksi menggunakan layanan keuangan berbasis elektronik LinkAja saat peluncuran di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (30/6/2019).

Decacorn Singapura, Grab memimpin pendanaan seri B kepada perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran, Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja. Total komitmen investasi sekitar US$ 100 juta (Rp 1,4 triliun).

Grab memimpin pendanaan tersebut, diikuti oleh Telkomsel, BRI Ventura Investama dan Mandiri Capital Indonesia. Sebelumnya, LinkAja hanya memperoleh dana segar dari perusahaan milik negara. 

“Investasi tahapan seri B ini merupakan wujud kepercayaan atas model bisnis dan pencapaian awal yang diraih LinkAja dalam setahun sejak berdiri,” kata Direktur Utama LinkAja Haryati Lawidjaja dikutip dari siaran pers, Selasa (10/11).

Dana segar ini akan digunakan untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis dan berfokus pada konsumen kelas menengah, serta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Advertisement

Pada kuartal III, nilai transaksi bruto dan jumlah transaksi LinkAja pun masih tumbuh tiga kali lipat secara tahunan (year on year/yoy). Perusahaan juga menggaet 58 juta lebih pengguna terdaftar, yang 80% di antaranya berasal dari kota tingkat (tier) dua dan tiga.

Haryati optimistis, kerja sama strategis yang didukung oleh investasi dan kekuatan teknologi Grab akan memperkuat layanan perusahaan. Utamanya, dalam menghadirkan solusi yang efektif atas akses keuangan dan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

“Kami tentunya senantiasa membuka peluang kolaborasi bagi investor dan partner lainnya dari berbagai sektor, yang memiliki visi dan misi serupa,” kata dia.

Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan, perusahaan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan korporasi pelat merah lainnya berkomitmen membantu pertumbuhan dan perkembangan ekosistem startup di Indonesia. Apalagi, uang tunai masih menjadi alat tukar utama di Indonesia.

Selain itu, ada jutaan masyarakat yang masih belum terjangkau sistem perbankan tradisional. “Kami memilih untuk berinvestasi di LinkAja karena bersama-sama kami dapat mengakselerasi tujuan dalam mempercepat inklusi finansial di Indonesia,” kata Nenenga.

Kolaborasi strategis antara LinkAja dan ekosistem digital Grab, termasuk OVO dan Tokopedia, memungkinkan perusahaan menyediakan beragam layanan tanpa uang tunai bagi semua lapisan masyarakat. “Dengan aman, nyaman dan mudah diakses," katanya.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait