Huawei Tertekan Sanksi AS, Samsung dan Xiaomi Genjot Produksi Ponsel

Fahmi Ahmad Burhan
7 Desember 2020, 10:14
Huawei Tertekan Sanksi AS, Samsung dan Xiaomi Dorong Produksi Ponsel
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi Samsung

Produsen ponsel pintar (smartphone) asal Korea Selatan, Samsung dan Tiongkok, Xiaomi berencana meningkatkan produksi pada tahun depan. Analis menilai, langkah ini memanfaatkan situasi Huawei yang tertekan sanksi dari Amerika Serikat (AS).

Analis memperkirakan, produksi gadget Huawei turun 42% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 110 juta unit pada 2021. Ini karena AS memperketat pembatasan pasokan perangkat lunak atau software hingga desain ke Huawei.

Advertisement

Pemerintahan Donald Trump menambah 38 semikonduktor Huawei ke dalam daftar hitam (blacklist) pada Agustus lalu, sehingga totalnya menjadi 152. Raksasa teknologi ini bahkan menyetop produksi cip (chipset) andalannya Kirin pada September lalu.

Sanksi tersebut mempersulit Huawei memproduksi gawai. Korporasi ini bahkan harus menjual merek Honor kepada Shenzhen Zhixin New Information Technology Co pada bulan lalu.

Berdasarkan laporan Counterpoint, pangsa pasar global Huawei turun dari 20% pada kuartal II menjadi 14% di kuartal III. “Ini peluang. Samsung diperkirakan bersiap secara gesit untuk meningkatkan pengiriman smartphone,” kata analis Eugene Investment and Securities Roh Kyoung-Tak dikutip dari Korea Times, Minggu (7/12).

Sedangkan Xiaomi bisa merebut pasar Honor. "Huawei berfokus pada smartphone premium dan meninggalkan kemungkinan untuk membeli kembali merek tersebut (Honor) meskipun situasi membaik," ujar Roh.

Samsung berencana meningkatkan produksi 17% menjadi sekitar 310 juta pada 2021. Selain itu, memperluas perakitan modul kamera smartphone dengan mengambil alih sebagian besar proses perakitan.

Langkah itu akan menghemat biaya perakitan yang dibayarkan ke pemasok. Dengan begitu, Samsung bisa mengurangi harga ponsel secara keseluruhan dan akan bersaing dengan Xiaomi untuk merebut pasar segmen menengah ke bawah yang ditinggal oleh Huawei.

Tahun ini, Samsung telah merilis sederet gawai kelas menengah mulai dari Galaxy A10 hingga Galaxy A90 5G. Dikutip dari Phone Arena, perusahaan juga baru-baru ini mengajukan sejumlah merek dagang di Uni Eropa.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait

Advertisement