Saingi Shopee dan JD.ID, Google Pakai AR untuk Belanja Produk Kosmetik

Google menerapkan teknologi AR yang memungkinkan pengguna mencoba produk kosmetik secara virtual. Ini lebih dulu diterapkan oleh Shopee dan JD.ID. Google bersiap saingi e-commerce.
Image title
22 Desember 2020, 09:59
Saingi Shopee dan JD.ID, Google Pakai AR untuk Belanja Kosmetik
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Seorang pria membuka laman Google dari gawainya di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Google menguji coba fitur virtual kosmetik menggunakan realitas berimbuh atau augmented reality (AR). Teknologi ini lebih dulu digunakan oleh Shopee dan JD.ID di Indonesia.

Google bekerja sama dengan mitra data ModiFace yang menawarkan teknologi AR untuk merek kecantikan. Selain itu, menggandeng pengembang aplikasi teknologi kecantikan YouCam Makeup, yakni Perfect Corp.

Fitur itu mirip dengan aplikasi Snapchat atau filter Instagram yang menggunakan AR untuk mempercantik gambar. Hanya saja, tujuan AR pada platform Google berbeda yakni untuk bertransaksi pada tab belanja.

"Jika Anda berbelanja produk kecantikan, sulit untuk membuat keputusan tentang barang-barang pribadi seperti itu tanpa mencoba," kata Google dalam unggahan di blog resmi dikutip India Today, akhir pekan lalu (18/12).

Advertisement

Pengguna dapat mencari produk kecantikan yang diinginkan pada tab belanja Google. Kemudian pilih opsi uji coba virtual yang terletak di bagian atas pada hasil pencarian.

Merek-merek ternama yang berpartisipasi dalam penggunaan teknologi itu di Google yakni L'Oréal, Estée Lauder, MAC Cosmetics, Black Opal dan Charlotte Tilbury.

Pengguna dapat mengeklik foto model yang mewakili berbagai warna kulit untuk membandingkan corak dan produk yang tepat.

Selain itu, dapat menyesuaikan produk dengan diri warna kulit sendiri secara virtual menggunakan kamera depan. Beragam lipstik hingga eyeshadow shades ditampilkan di bagian bawah feed kamera.

Teknologi AR pada tab belanja Google
Teknologi AR pada tab belanja Google (Google)

Google mengklaim, teknologi AR tersebut dapat menyesuaikan warna kulit pengguna dengan tingkat pencahayaan tertentu. Kinerja waktu yang diterapkan dalam fitur bersifat real-time dengan resolusi 720p.

Teknologi tersebut diterapkan karena Google mulai meningkatkan layanan berbelanja di platform yang sebelumnya terbatas pada produk berbayar. Tahun ini, anak usaha Alphabet itu mengumumkan akan membuat sebagian besar daftar ritel di tab belanja gratis. 

Selain itu, Google akan menampilkan rekomendasi dari model kecantikan, pakaian, penggemar serta pakar rumah dan taman di tab belanja. Kemudian, terdapat bahasan produk favorit pada konten video di Google Shopping.

Awal tahun ini, platform Google Duo menambahkan serangkaian filter lipstik L’Oreal Paris baru yang dapat digunakan saat melakukan panggilan video. Google juga memakai AR pada filter bertema Diwali, Halloween, dan festival lainnya. Tahun lalu, YouTube juga meluncurkan fitur AR untuk uji coba riasan virtual.

Di Indonesia, dua e-commerce yakni Shopee dan JD.ID lebih dahulu menggunakan teknologi AR untuk berbelanja. Shopee mengimplementasikan teknologi AR itu sejak Juli 2019.

Shopee mengimplementasikan teknologi itu untuk produk kecantikan yang disebut BeautyCam. Barang yang bisa dicoba secara virtual yakni milik L'Oréal, Maybelline, dan NYX. 

Alibaba lebih dulu mengadopsi AR dan realitas maya (virtual reality/VR) saat pesta belanja 11.11 2016. Teknologi AR kembali dihadirkan saat festival belanja serupa pada 2017. Setahun kemudian, perusahaan asal Tiongkok itu memperkenalkan fitur untuk mencoba produk kecantikan secara virtual. 

Pada tahun yang sama, Alibaba menghadirkan cermin berbasis teknologi yang memungkinkan konsumen mencoba pakaian yang ingin dibeli secara virtual. Setelahnya, Alibaba mengimplementasikan lebih banyak teknologi. 

Saat pandemi corona misalnya, perusahaan besutan Jack Ma ini menggunakan pesawat tanpa awak atau drone dan membuat robot logistik berbasis komputasi awan (cloud) untuk mengirim pesanan.

Perusahaan e-commerce, JD.ID juga meluncurkan fitur AR Make-up Try-On pada Oktober lalu. Fitur itu memungkinkan pengguna mencoba produk kecantikan di aplikasi. 

Melalui fitur tersebut, konsumen JD.ID dapat mencoba lipstik, eyeliner, eyebrow, eyeshadow, mascara, foundation, face powder, dan blush on secara virtual. Setelahnya, pelanggan bisa berswafoto dan menyimpan hasilnya di ponsel pintar (smartphone). 

JD.ID bekerja sama dengan beberapa merek (brand) kecantikan seperti Wardah, Emina, Make Over, Maybelline, L'Oréal, Nacific Cosmetic, I’m Meme, Somethinc, Pixy, Safi, dan Marina Glow Ready untuk menyediakan fitur berbasis AR tersebut. Perusahaan menargetkan ada lebih banyak korporasi yang bermitra ke depan. 

"Melalui fitur ‘AR Make-up Try-On’, kami berupaya memudahkan proses belanja para pelanggan dan menawarkan pengalaman baru dalam membeli produk kecantikan secara online," kata Head of Beauty Retail JD.ID Liana Heryono dikutip dari siaran pers, Oktober lalu (27/10).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait