Sandiaga Jaring 400 Startup di Tiga Pulau untuk Perbanyak Unicorn RI

Kemenparekraf menggelar akselerasi di lima kota pada tiga pulau, dan menargetkan 400 startup. Perusahaan yang lolos akan diberi akses pendanaan. Sandiaga berharap, ini menambah jumlah unicorn.
Image title
27 April 2021, 18:49
Pemerintah Gelar Akselerasi Startup Jakarta–Riau untuk Tambah Unicorn
123RF.com/Dejan Bozic
Ilustrasi Startup

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kembali menggelar program akselerasi bagi startup, yang disebut Baparekraf for Startup (BEKUP). Kementerian menargetkan 400 perusahaan rintisan di Jakarta, Pekanbaru, Yogyakarta, Manado, dan Malang.

Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, BEKUP bertujuan mendukung dan mengembangkan ekosistem startup di Indonesia. Dengan begitu, akan muncul perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau unicorn baru.

“Pemerintah tidak hanya sebagai regulator, tapi fasilitator dan akselerator. Mendukung peningkatan startup guna mengembangkan potensi masyarakat,” kata Sandi saat konferensi pers virtual, Selasa (27/4).

Berdasarkan data CB Insights, Indonesia memiliki lima unicorn yakni Bukalapak, Tokopedia, Traveloka, OVO, dan yang terbaru J&T Express. Selain itu, ada satu decacorn atau valuasi di atas US$ 10 miliar yaitu Gojek.

Advertisement

Sandi mengatakan, potensi ekonomi digital Indonesia besar. Oleh karena itu, ia optimistis Nusantara tetap menarik di mata investor.

Cento Ventures mencatat, pendanaan ke startup Asia Tenggara turun 3,5% yoy menjadi US$ 8,2 miliar tahun lalu. Berdasarkan nilainya, Indonesia berkontribusi 70% terhadap total pendanaan. Lalu Singapura (14%), Malaysia (5%), Thailand (5%), Vietnam (4%), dan Filipina (2%).

Sedangkan dari sisi jumlah kesepakatan investasi, Singapura memimpin dengan porsi 37%. Lalu Indonesia (27%), Vietnam (14%), Malaysia (12%), Thailand (6%), dan Filipina (5%).

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf Muhammad Neil El Himam mengatakan, BEKUP tahun ini dibagi menjadi dua tipe yakni akselerasi startup BEKUP Academy dan mencetak mentor lewat Mentor Traning Program.

Startup yang selesai mengikuti program BEKUP akan difasilitasi untuk mendapatkan pendanaan. Kementerian akan menghubungkan pimpinan perusahaan dengan modal ventura dan perusahaan lainnya.

Program BEKUP sudah digelar sejak 2016. Selama lima tahun terakhir, kementerian mengakselerasi 750 pre-startup di 20 kota.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait