Disuntik Rp 854 M, Startup Digitalisasi UMKM BukuWarung Bidik Unicorn

Fintech yang berfokus pada digitalisasi warung, BukuWarung meraih dana Rp 854 miliar dan menargetkan bisa menjadi unicorn. Startup ini sebelumnya disuntik modal investor di Silicon Valley.
Image title
10 Juni 2021, 12:57
Disuntik Rp 854 M, Startup Digitalisasi UMKM BukuWarung Target Unicorn
BukuWarung
Salah satu mitra pedagang BukuWarung

Startup teknologi finansial (fintech) yang berfokus pada digitalisasi warung, BukuWarung mencatatkan pendanaan seri A US$ 60 juta atau Rp 854 miliar. Dana segar ini diraih dari perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat (AS) Valar Ventures dan Goodwater Capital.

Dana segar itu juga diraih dari beberapa investor perseorangan (angel investor) seperti mantan CEO GoPay Aldi Haryopratomo dan pendiri fintech Klarna Victor Jacobsson.

CEO BukuWarung Abhinay Peddisetty mengatakan, pendanaan dari Valar akan mendukung BukuWarung meningkatkan skala perusahaan menjadi unicorn. "Ini bakal membantu kami,” katanya dikutip dari KrAsia, Kamis (10/6).

Apalagi salah satu investor yakni Goodwater Capital mendukung unicorn seperti e-commerce Korea Selatan Coupang, yang baru-baru ini mencatatkan saham perdana alias IPO di bursa saham AS

Advertisement

Abhinay menilai, investor berminat mendanai startup seperti BukuWarung karena jumlah warung yang mendigitalisasi bisnis di Indonesia meningkat.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) mencatat, ada empat juta UMKM yang baru merambah platform digital setahun terakhir. Maka, totalnya sekitar 13 juta.

Sedangkan di Indonesia, ada 64 juta UMKM dan berkontribusi sekitar 61% bagi produk domestik bruto (PDB) negara.

 “Digitalisasi UMKM dan warung merupakan permainan jangka panjang dan masih awal," kata managing partner AC Ventures Adrian Li. AC Ventures merupakan salah satu investor awal BukuWarung.

“BukuWarung menunjukkan eksekusi dan daya tarik yang kuat pada produk, karena melayani 6,5 juta UMKM,” kata Adrian.

BukuWarung juga memproses transaksi tahunan sekitar US$ 1,4 miliar atau Rp 19,9 triliun. Perusahaan sedang ada di jalur untuk memproses lebih dari US$ 10 miliar atau Rp 142 triliun transaksi tahunan pada 2022.

Teknologi BukuWarung memungkinkan pedagang menyimpan segala jenis transaksi termasuk utang, pengeluaran, dan penjualan. Pedagang juga bisa mengelola stok, membuat faktur, mengirim pengingat pembayaran, menagih pembayaran menggunakan faktur, dan membayar pemasok. Selain itu, memantau arus kas melalui laporan bisnis.

Perusahaan juga meluncurkan Tokoko, yang memungkinkan pedagang membuka toko online. UMKM bisa mencantumkan daftar produk, mengelola pesanan, menerima pembayaran, pengantaran barang, dan berbicara dengan pelanggan.

Pada Februari, BukuWarung juga meraih pendanaan dari modal ventura yang berbasis di Silicon Valley, Rocketship.vc. 

Co-Founder sekaligus Presiden BukuWarung Chinmay Chauhan tidak memerinci besaran dana yang diperoleh dari Rocketship.vc. Ia hanya menyampaikan bahwa nilainya lebih besar dibandingkan yang didapat dari Y-Combinator. 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait