Kominfo Diminta Berikan Alat Bersubdisi Sebelum Migrasi TV Digital

Kominfo akan memulai migrasi TV digital di beberapa daerah pada Agustus. Kementerian dinilai perlu segera menyediakan alat penerima siara digital bagi masyarakat miskin.
Fahmi Ahmad Burhan
11 Juni 2021, 16:19
Kominfo Diminta Berikan Alat Bersubdisi Sebelum Migrasi TV Digital
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.
Dua murid sekolah dasar mengikuti proses belajar di rumah melalui siaran televisi akibat pandemi COVID-19 di Perum Widya Asri, di Serang, Banten, Selasa (14/4/2020).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan memulai migrasi televisi atau TV digital alias analog switch off (ASO) pada Agustus. Asosiasi Televisi Siaran Digital Indonesia (ATSDI) meminta, alat penerima sinyal alias set top box bersubsidi diberikan sebelum ASO dimulai.

Kominfo berencana menyediakan 6,7 juta set top box bagi masyarakat kurang mampu. Jumlah ini mengacu pada data keluarga kurang mampu dari Badan Pusat Statistik (BPS). “Data ini masih dimutakhirkan,” kata juru bicara Kominfo Dedy Permadi kepada Katadata.co.id, Jumat (11/6).

Kementerian menghitung harga satu alat Rp 100 ribu, sehingga menyiapkan Rp 670 miliar untuk membantu warga miskin. “Ini dalam pembicaraan lebih lanjut dengan pemangku kepentingan terkait," kata Dedy.

Beberapa hal yang disiapkan yakni kriteria penerima set top box, skema distribusi, serta pembagian komposisi pembiayaan.

Advertisement

Ketua Umum ATSDI Eris Munandar mengatakan, set top box bersubsidi itu perlu segera didistribusikan. “Ini supaya masyarakat bisa lebih dahulu menikmati siaran TV digital sebelum benar-benar TV analog dimatikan," katanya kepada Katadata.co.id.

Ia menyarankan agar penyaluran set top box dilakukan melalui satu pintu. "Bisa melalui pemerintah daerah (pemda) atau Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) setempat agar distribusinya tepat sasaran, mengunakan data BPS terbaru," ujarnya.

Penyediaan dekoder bersubsidi itu diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2021 tentang Pos Telekomunikasi dan Penyiaran. Pendanaan berasal dari komitmen penyelenggara multipleksing. Sedangkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan dialokasikan untuk menutupi kekurangan biaya.

Multipleksing merupakan sistem penyiaran dengan dua transmisi program atau lebih pada satu saluran melalui sistem terestrial. Dalam pengoperasiannya, multipleksing menggunakan spektrum frekuensi radio sebagai sumber daya alam terbatas.

Kominfo mengumumkan peserta seleksi yang terpilih mendapatkan slot penyelenggaraan multipleksing untuk TV digital pada April (26/4). Tiga grup media besar yang lolos yakni PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC), PT Surya Citra Media atau SCTV, dan PT Transmedia Corpora.

Sedangkan migrasi TV digital akan digelar dalam lima tahap berdasarkan wilayah, dan selesai seluruhnya pada 2022. Tahap pertama dilakukan di 15 kabupaten/kota pada 17 Agustus. Rinciannya yakni:

  • Aceh: Kecamatan Aceh Besar, Kota Banda Aceh
  • Kepulauan Riau: Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, Kota Tanjung Pinang
  • Banten: Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kota Serang
  • Kalimantan Timur: Kabupaten Kutai Karta Negara, Kota Samarinda, Kota Bontang
  • Kalimantan Utara: Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kecamatan Nunukan

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait