Rajin Tayangkan Drama Korea, Jumlah Pengguna Viu Melonjak

Viu mencatatkan peningkatan jumlah pengguna 37%. Perusahaan rajin menayangkan drama Korea, dan segera merilis Now, We Are Breaking Up.
Desy Setyowati
9 Agustus 2021, 11:33
Viu, drama korea, streaming film
Instagram/@viuindonesia
Viu

Viu mencatatkan peningkatan jumlah pengguna bulanan atau monthly active users (MAU) 37% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 49,4 juta. Perusahaan penyedia layanan video on demand (VoD) ini rutin menayangkan drama Korea Selatan seperti Mr Queen dan Taxi Driver.

Merujuk pada laporan triwulanan AMPD Research dari Media Partners Asia (MPA), MAU Viu di Asia Tenggara terus meningkat selama tujuh kuartal berturut-turut. Layanan VoD ini juga menempati peringkat kedua dalam hal pelanggan berbayar dan menit streaming film.

Selama semester pertama, jumlah pelanggan berbayar meningkat 62%. “Kami melihat pertumbuhan yang kuat pada semester pertama. Ini didukung oleh jajaran konten yang kuat dan ekosistem mitra yang diperkuat,” kata CEO sekaligus Managing Director PCCW Media Group Janice Lee dalam keterangan pers, akhir pekan lalu (7/8).

Perusahaan meluncurkan drama korea River Where The Moon Rises dan Doom At Your Service pada paruh pertama tahun ini. Viu berencana meluncurkan K-Drama Now, We Are Breaking Up pada November, yang dibintangi oleh Song Hye Kyo dan Jang Ki Yong.

Viu juga merilis produksi original internasional, termasuk Black S2 (Malaysia), uBettina Wethu (Afrika Selatan) dan Assalamualaikum Calon Imam Series S2 (Indonesia) yang segera rilis tahun ini.

Selain itu, memperkuat portofolio konten Asia dengan mitra utama dari Cina daratan dan Thailand. Viu juga memperluas portofolio Anime.

Strategi lainnya, memperluas program pembuatan konten dari Viu Pitching Forum ke Malaysia dan Thailand. “Kombinasi analitik data dan kehadiran di pasar lokal memastikan kami benar-benar memahami denyut nadi konsumen di mana kami beroperasi,” ujar Janice.

Selain berfokus pada konten, Viu memperkuat jaringan dengan menggaet lebih dari 80 mitra yang terdiri dari perusahaan telekomunikasi, produsen perangkat, bisnis ritel, e-commerce, dan mitra distribusi konten.

Ia menyampaikan, jumlah pengguna di Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika tumbuh secara konsisten. Pasar pendorong utama yakni Thailand dan Indonesia.

Pesaing Viu, yakni Netflix juga gencar menayangkan drama Korea. Sejak akhir 2019, Netflix meningkatkan investasi di Korea Selatan.

Selain itu, bermitra dengan studio besar termasuk CJ ENM dan JTBC. Lebih dari 70 acara buatan kreator lokal Korea Selatan dirilis sebagai original bermerek Netflix. Konten ini tersedia dalam 31 bahasa subtitle, dan 20 lebih sulih suara.

Serial original Netflix bersama kreator Negeri Ginseng yakni Kingdom yang tayang pada awal 2019. Setelahnya, perusahaan meluncurkan lebih banyak konten. Yang terbaru yakni film ‘The School Nurse Files’, drama ‘Private Lives’, dan dokumenter ‘Blackpink: Light Up the Sky’.

Data Korea Foundation menunjukkan, penggemar hallyu atau korean wave di Asia dan Oseania sekitar 72 juta pada 2019.

Secara global, jumlah penyuka hallyu naik 11% yoy menjadi 99,32 juta. Sebanyak 15 juta di antaranya berbasis di Eropa dan 12 juta di Amerika Serikat (AS).

“Drama Korea diperkirakan melampaui Tiongkok, dengan memasuki pasar Amerika Utara pada tahun ini, dan menjadi pasar konten terbesar di dunia,” kata Analis industri di Eugene Investment and Trust Han Sang-woong dikutip dari AsiaTimes, pada Januari 2020 (11/1/2020).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait