Gojek, Tokopedia, dan Grab Bersiap Terintegrasi ke PeduliLindungi

Kemenkes akan menghubungkan fitur pada aplikasi PeduliLindungi di Gojek, Tokopedia hingga Grab bulan depan. Ketiga startup jumbo ini menyiapkan beberapa hal sebelum mengintegrasikan platform.
Desy Setyowati
29 September 2021, 06:00
PeduliLindungi, gojek, Tokopedia, Grab, kemenkes
Tokopedia, Grab, Katadata/Desy Setyowati
Tampilan depan aplikasi Tokopedia dan Grab

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menghadirkan fitur pada aplikasi PeduliLindungi di Gojek, Tokopedia hingga Grab bulan depan. Ketiga startup jumbo ini pun menyiapkan beberapa hal sebelum mengintegrasikan platform.

VP of Corporate Communications Gojek Audrey P Petriny menyampaikan, fitur PeduliLindungi akan hadir di aplikasi Gojek, Tokopedia, dan GoPartner. “Ini merupakan upaya GoTo mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19,” kata dia kepada Katadata.co.id, Selasa malam (28/9).

Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat akan dapat melakukan check-in dan check-out setiap berkunjung ke tempat umum lewat fitur PeduliLindungi yang ada di aplikasi Gojek, Tokopedia, dan GoPartner mulai bulan depan.

Namun, Gojek, Tokopedia, dan GoPartner masih menguji coba integrasi dengan fitur PeduliLindungi untuk sebagian pengguna.

Cara check-in PeduliLindungi menggunakan aplikasi Gojek yakni:

  • Klik tombol ‘check-in’ atau banner PeduliLindungi di halaman utama aplikasi
  • Aktifkan lokasi
  • Mengisi data berupa nama lengkap dan Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Baca syarat dan ketentuan, lalu tandai setuju untuk lanjut
  • Aktifkan kamera dan pindai kode Kode Quick Response (QR Code) sebelum memasuki tempat umum
  • Tunjukkan hasil kode pindai QR ke penjaga pintu masuk

Sedangkan cara check-out PeduliLindungi dari aplikasi Gojek yaitu:

  • Klik tombol ‘check-out’ atau banner PeduliLindungi di halaman utama aplikasi
  • Aktifkan kamera dan pindai kode check-out QR setelah memasuki tempat umum menggunakan aplikasi Gojek

Audrey mengatakan, proses verifikasi dan pengelolaan sistem PeduliLindungi sepenuhnya dilakukan oleh Kemenkes. “GoTo selalu berkoordinasi dengan kementerian terkait sistem aplikasi PeduliLindungi termasuk perihal keamanan data pribadi,” katanya.

Grab juga bersiap untuk mengintegrasikan aplikasi dengan fitur PeduliLindungi. “Ini untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan pandemi corona,” kata Director of Government Affairs and Strategic Collaborations Uun Ainurrofiq kepada Katadata.co.id.

Namun ia tidak memerinci persiapan Grab untuk mengintegrasikan platform dengan fitur PeduliLindungi. Ia berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut terkait kerja sama ini kemudian.

Selain Gojek, Tokopedia, Grab, Kemenkes menggaet Traveloka, Dana, Cinema XXI, LinkAja, Tiket.com, dan JAKI untuk mengintegrasikan fitur PeduliLindungi. Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji menyampaikan, ini bertujuan mempermudah masyarakat.

“Itu akan diluncurkan Oktober. Ada proses sehingga kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses setiap orang,” kata Setiaji dalam keterangan tertulis, Senin (27/9).

Kemenkes mencatat, PeduliLindungi diakses hampir sembilan juta orang. Aplikasi ini sudah diunduh 48 juta kali. Selain itu, rata-rata digunakan 55 juta kali per bulan.

Pemerintah menggunakan PeduliLindungi untuk memindai status Covid-19 pengunjung area publik. Sejauh ini, ada 5.241 orang positif virus corona atau melakukan kontak erat, yang mengunjungi area publik.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait