Perusahaan Indonesia Gaet Afiliasi Shopee untuk Bidik Jutaan Gamer

Trimegah Karya Pratama (UVCR) bekerja sama dengan Garena untuk membidik jutaan pemain gim online (gamer). Garena merupakan perusahaan afiliasi Shopee dan pengembang Free Fire.
Image title
1 Oktober 2021, 17:27
shopee, garena, game, free fire
ANTARA FOTO/Fauzan
Tim atlet esport Vietnam menggunakan gawai saat bertanding game Free Fire pada Final Piala Presiden Esport di ICE BSD, Tangerang, Banten, Minggu (2/2/2020).

Penyedia platform agregator voucer diskon, Trimegah Karya Pratama (UVCR) bekerja sama dengan Garena untuk membidik jutaan pemain gim online (gamer). Garena merupakan perusahaan afiliasi Shopee, yang berbasis di Singapura.

Trimegah mengelola platform Ultra Voucher. Melalui kerja sama ini, perusahaan akan menjadi distributor resmi dalam memasarkan Garena Shell Voucher.

"Dalam waktu dekat voucer Garena akan tersedia di seluruh saluran distribusi kami," kata Direktur Ultra Voucher Riky Boy H Permata dalam siaran pers, Jumat (1/10).

Pemain game Garena bisa mengakses aplikasi Ultra Voucher untuk mendapatkan berbagai voucer di kategori kuliner, retail, gaya hidup, busana, kecantikan, aksesoris, hotel, perjalanan, e-commerce dan voucer lainnya.

Beragam voucer itu juga bisa ditukar dan menjadi mata uang digital Garena atau Shell. Pemain game online Garena dapat memakai mata uang ini untuk membeli beragam item gim keluaran Garena.

Pengembang gim asal Singapura itu membuat beberapa game online seperti Free Fire, Call of Duty, Fantasy Town, Arena of Valor (AOV), League of Legends, Speed of Drifters, dan Contra Returns.

Jumlah unduhan game online pada paruh pertama 2021
Jumlah unduhan game online pada paruh pertama 2021 (Sensor Tower)

Melalui kolaborasi itu, Ultra Voucher menargetkan penambahan jumlah pengguna aktif, terutama dari kalangan pecinta gim Tanah Air. "Kerja sama dengan Garena menjadi momentum penting bagi kami," kata Direktur Utama Ultra Voucher Hady Kuswanto.

Selain itu, Hady mengharapkan kolaborasi tersebut dapat meningkatkan volume dan nilai transaksi.

Menurut Hady, potensi pasar pemain game di Indonesia besar. Berdasarkan data Newzoo, Indonesia memiliki 43,7 juta gamer pada 2017. Jumlahnya mencapai 52 juta pada 2019.

Jumlah gamer tersebut dihitung dari pemain melalui digital games, laptop, mobile devices, dan console.

Newzoo juga mencatat, penghasilan industri gim di Indonesia US$ 1,1 miliar dan menjadi pasar paling besar di Asia Tenggara pada 2019.

We are Social dan Hootsuite juga memperkirakan 60% pengguna internet di Tanah Air aktif memainkan gim lewat gawai.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait