Shiba Inu, Aset Kripto yang Harganya Meroket Berkat Cuitan Elon Musk

Harga Shiba Inu (SHIB) meroket 60% menjadi Rp 0,115 dalam 24 jam terakhir. Harganya terus melonjak setelah Elon Musk mengunggah cuitan terkait mata uang kripto ini di Twitter.
Desy Setyowati
6 Oktober 2021, 12:53
shiba inu, elon musk, uang kripto
Twitter/@ElonMusk
Anjing ras Shiba Inu, hewan peliharaan Elon Musk bernama Floki

Harga Shiba Inu (SHIB) meroket 60% menjadi Rp 0,115 dalam 24 jam terakhir, berdasarkan data Coinmarketcap. Harganya terus melonjak setelah Elon Musk mengunggah cuitan terkait mata uang kripto ini di Twitter.

Pada perdagangan Selasa (5/10), harga Shiba Inu melonjak 55%. Harganya melesat lagi 60% pada hari ini (6/10).

Sedangkan kapitalisasi pasar Shiba Inu meroket dari Rp 41 triliun pada akhir pekan lalu (1/10) menjadi Rp 119 triliun hari ini.

Harga Shiba Inu terus melonjak setelah CEO SpaceX Elon Musk mengunggah foto anggota terbaru di keluarganya yakni hewan peliharaan bernama Floki. Ini merupakan anak anjing rasa Shiba Inu.

Foto itu menunjukkan Floki duduk di Tesla. “Floki Frunkpuppy,” kata Elon Musk melalui akun resmi di Twitter @elonmusk, akhir pekan lalu (4/10).

Setelah Elon Musk mengunggah foto tersebut, volume transaksi Shiba Inu melonjak lebih dari 770% dalam satu hari terakhir.

Selain Shiba Inu, token meme lain seperti Husky dan Shiba Cash masing-masing melonjak 140% dan 75%. Token lain seperti Akita Inu, Baby Doug, Doggy, Kishu Inu, dan Pitbull menguat sekitar 15% - 35%.

Harga Dogecoin juga melonjak 12% menjadi US$ 0,2484 pada Selasa (5/10). Aset kripto ini pun kembali menempati posisi kesembilan dengan kapitalisasi pasar cryptocurrency terbesar.

Namun, kenaikan harga Shiba Inu bukan hanya karena cuitan Elon Musk. Mitra Tykhe Block Ventures Ishan Arora menyampaikan, tim Shiba Inu sedang membangun proyek.

"Itu dimulai sebagai koin meme tanpa kasus penggunaan, tetapi ini sedang diubah karena tim tampaknya mengerjakan hal-hal tertentu seperti pertukaran yang terdesentralisasi," kata Ishan dikutip dari EconomicTimes, pada Selasa (5/10).

Ia mengingatkan bahwa investor harus menjauh dari ‘keajaiban satu kali’ seperti itu. Penanam modal harus mengkaji sesuatu yang substansial di balik kenaikan harga aset kripto, seperti Shiba Inu, sebelum bertransaksi.

"Kebanyakan orang tidak memahami tesis investasi mereka dan hanya mengikuti beberapa influencer, lalu membeli koin meme seperti itu," katanya. "Namun, investor Doge awal tahun lalu melakukannya dengan cukup baik. Jadi tidak hitam dan putih seperti yang diinginkan kebanyakan orang."

Dikutip dari The Street, teknologi Shiba Inu seperti Ethereum. Koin ini dibuat oleh individu anonim bernama Ryoshi dan dijuluki ‘Pembunuh Dogecoin’.

Ada hampir 400 triliun token Shiba Inu yang beredar, dengan persediaan maksimal satu kuadriliun token.

Berdasarkan situs web, Shiba Inu adalah eksperimen dalam pembangunan komunitas spontan yang terdesentralisasi. Tim menciptakan pertukaran terdesentralisasi yang dikenal sebagai ShibaSwap, yang memungkinkan pengguna untuk ‘menggali’ atau menyediakan likuiditas, ‘mengubur’ alias mempertaruhkan koin, mengambil token dari Uniswap atau SushiSwap, dan menukar koin.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait