East Ventures Pimpin Pendanaan ke Startup Social Commerce Desty Rp71 M

Startup penyedia solusi e-commerce, Desty meraih pendanaan pra-seri A lanjutan US$ 5 juta. Investasi ini dipimpin oleh East Ventures.
Desy Setyowati
26 November 2021, 12:31
Desty, startup, social commerce, e-commerce, pendanaan, east ventures
Desty
Tim Desty

Startup penyedia solusi e-commerce, Desty meraih pendanaan pra-seri A lanjutan US$ 5 juta atau sekitar Rp 71,3 miliar. Investasi ini dipimpin oleh East Ventures dengan partisipasi Jungle Ventures dan investor terdahulu, yaitu Fosun RZ dan January Capital.

Modal tersebut merupakan dana tambahan yang diberikan oleh investor setelah Desty meraih pendanaan pra ser A US$ 3,2 juta atau Rp 46 miliar yang dipimpin oleh 5Y Capital pada Juli. 5Y Capital adalah perusahaan modal ventura asal Cina yang juga berinvestasi di Xiaomi.

Desty akan menggunakan dana segar tersebut untuk mempercepat pengembangan produk dan akuisisi penjual (merchant). Selain itu, meluncurkan produk inovatif dalam beberapa bulan ke depan.

“Pendanaan ini menandai penggalangan dana ketiga kami dalam setahun sejak ronde tahap awal pada November 2020,” kata Co-Founder sekaligus CEO Desty Mulyono Xu dalam keterangan pers, Jumat (26/11).

Desty juga berencana menambah jumlah pekerja. Saat ini, perusahaan rintisan itu memiliki lebih dari 60 orang dalam tim.

Startup tersebut berdiri pada Oktober 2020. Desty menyediakan platform digital bagi penjual, influencer, dan kreator konten dalam memasarkan dan menjual produk.

Perusahaan rintisan itu kini berkembang dengan menawarkan platform Desty Page dan DestyStore. Pengguna dapat membuat landing page dalam lima menit dan sebagian besar fitur yang tersedia gratis.

Sekitar 50% pengguna Desty merupakan penjual online, sementara 30% lainnya kreator atau influencer. Penjual online yang bergabung di antaranya DAMN I Love Indonesia, Luna Habit & Nama Beauty by Luna Maya, Kurumi, Janji Jiwa, dan Haus.

Sedangkan kreator konten yang bergabung yakni Dagelan, Peraih Emas Olimpiade Indonesia Greysia Polii, Choky Sitohang, Tahi Lalats (Mindblowon Studio), Daisuke Botak, Marcella Eteng, Filda Salim, FootNoteStories, dan lainnya.

“Desty lahir saat Covid-19 masuk ke Indonesia, ketika digitalisasi terjadi secara masif,” ujar Mulyono. “Dalam waktu dekat kami akan mempunyai satu juta kreator dan penjual yang menggunakan platform.”

Startup itu pun mencatatkan pertumbuhan traffic dan nilai transaksi (GMV) masing- masing 60% dan 50% secara bulanan (month to month/mtm) selama enam bulan terakhir.

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, Desty merupakan salah satu startup dengan pertumbuhan tercepat di bidang social commerce. “Yang lebih mengesankan yakni sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari akuisisi organik, dari mulut ke mulut,” kata dia.

Principal of Jungle Ventures Yash Sankrityayan menambahkan, Desty memungkinkan akses instan bagi UKM ke teknologi secara sederhana dan kompetitif. Ia mencatat, para pendiri dan tim Desty berpengalaman dalam menciptakan beberapa produk pemberdayaan commerce berpengaruh di seluruh Cina dan Asia Tenggara selama dekade terakhir.

“Itu menunjukkan keseriusan mereka dalam menciptakan produk Desty, dan meningkatkan daya tarik pelanggan dengan cepat," kata Yash.

(DisclaimerEast Ventures adalah salah satu investor Katadata)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait