Lazada dan Shopee Catat Rekor Transaksi saat Pesta Diskon 12.12

Lazada dan Shopee mencatatkan rekor transaksi selama festival belanja 12.12. Keduanya mengungkapan produk apa saja yang laris selama pesta diskon akhir tahun.
Image title
17 Desember 2021, 19:49
Lazada, Shopee, e-commerce, 12.12
Lazada dan Shopee
Logo Lazada dan Shopee

E-commerce asal Singapura, Shopee dan  Lazada mencatatkan rekor penjualan produk selama festival belanja 12.12. Keduanya menawarkan promosi hingga 99%.

Lazada menggelar festival belanja bertajuk Lazada 12.12 Grand Year End Sale pada 12 - 14 Desember. Selama periode ini, jumlah rata-rata orang yang berbelanja di platform naik 70%.

Selain itu, jumlah penjual yang mengalami lonjakan transaksi bertambah lebih dari 65% dibandingkan tahun lalu.

Executive Director Lazada Indonesia Ferry Kusnowo mengatakan, capaian itu menunjukkan bahwa festival belanja 12.12 masih menjadi andalan penjual dalam menarik konsumen. 

Advertisement

"Jadi, banyak capaian rekor yang dipecahkan di Lazada 12.12 Grand Year End Sale tahun ini, baik bagi konsumen Indonesia maupun bagi brand dan penjual Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)," kata Ferry dalam siaran pers, kemarin (16/12).

Ia menyampaikan, produk yang paling laris yakni busana, kecantikan, dan otomotif. Selain itu, penjualan produk kategori mainan dan game tumbuh lebih dari 20%.

Lazada juga mencatatkan peningkatan transaksi bruto atau gross merchandise value (GMV) menjadi sekitar US$ 21 miliar atau sekitar Rp 302 triliun selama 12 bulan terakhir di Asia Tenggara.

Sedangkan, investor mereka yakni Alibaba Group Holding Ltd. menargetkan GMV Lazada US$ 100 miliar atau sekitar Rp 1.433 triliun. Lazada pun membidik lebih dari 300 juta pengguna. 

Selain Lazada, Shopee mencatatkan peningkatan kunjungan enam kali lipat pada festival belanja 12.12 dibandingkan hari biasa. E-commerce bernuansa oranye ini juga mencatatkan lebih dari 850 juta voucer diklaim.

Sedangkan kategori produk UMKM yang laris selama 12.12 yakni perawatan dan kecantikan, busana muslim, dan perlengkapan rumah.

"Tahun ini menjadi tahun percepatan digitalisasi. Memasuki 2022, kami berharap dapat membantu lebih banyak pembeli," kata Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Christin Djuarto dalam siaran pers, Senin (13/12).

Shopee juga mencatatkan peningkatan transaksi 80,6% menjadi US$ 16,8 miliar atau sekitar Rp 239 triliun selama kuartal III. 

Pendapatan pun meningkat 134,4% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 1,5 miliar. Pesanan kotor mencapai 1,7 miliar atau naik 123,2%. “Tumbuh tiga digit berturut-turut dalam sembilan kuartal,” demikian dikutip dari Business Wire, pada November (16/11).

Namun, laba perusahaan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi alias EBITDA yang disesuaikan negatif US$ 683,8 juta. Nilainya menurun dibandingkan periode sama tahun lalu minus US$ 301,6 juta.

Sedangkan beban pokok pendapatan meningkat 139,8% menjadi US$ 1,1 miliar. Ini terutama disebabkan ke total biaya logistik yang lebih tinggi dengan pertumbuhan pesanan dan biaya layanan nilai tambah lainnya.

Rugi bersih induk Shopee, Sea Group juga meningkat dari US$ 425,3 juta pada kuartal III 2020 menjadi US$ 571 juta tahun ini. Sedangkan pendapatan naik 121,8% menjadi US$ 2,7 miliar.

Laba kotor Sea Group meningkat 147,5% menjadi US$ 1 miliar. Namun EBITDA yang disesuaikan negatif US$ 165,5 juta.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait