Bappebti Butuh Waktu Mengatur NFT meski Perdagangannya Kian Marak

NFT tren di Indonesia setelah Ghozali Everyday viral dan meraup miliaran rupiah. Selebritas pun ramai menjual aset digital ini. Kenapa Bappebti belum membuat aturannya?
Image title
11 Maret 2022, 15:29
bappebti, kripto, NFT
Tumisu/Pixabay
Ilustrasi NFT

Non-fungible token (NFT) tren di Indonesia setelah Ghozali Everyday viral dan meraup miliaran rupiah. Namun pemerintah belum membuat aturan terkait aset digital ini.

CNN melaporkan, NFT adalah aset digital yang menggambarkan objek asli seperti karya seni, musik, atau item yang terdapat pada video dan game. Aset digital ini tidak dapat digandakan atau diganti.

NFT mengubah karya seni digital dan jenis barang koleksi lainnya menjadi satu-satunya. Dengan begitu, karya ini bisa diverifikasi keasliannya dan dapat diperdagangkan melalui blockchain.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Sanjaya mengatakan, NFT bukan hanya terkait komoditi. Ini artinya, tak hanya diatur oleh Bappebti.

Advertisement

“Pengembangan NFT melibatkan sektor teknologi informasi (IT). Nilai tiap jenis NFT melibatkan sektor terkait, seperti karya seni, game dan lainnya," kata Tirta kepada Katadata.co.id, Jumat (11/3).

Alhasil, pemerintah membutuhkan waktu untuk berkoordinasi dalam menyusun aturan NFT. "Perlu diputuskan di rapat koordinasi dengan kementerian atau lembaga(K/L)  terkait dan membuat peta jalan pembagian tugas kewenangan terkait," ujarnya.

Akan tetapi, ia enggan berkomentar soal kapan pemerintah akan membahas NFT. Dalam laporan sejumlah media, Bappebti berencana membuat aturan ini setelah bursa kripto dibentuk.

Sedangkan aset digital itu sudah marak diperdagangkan di Tanah Air. Ghozali Everyday misalnya, meraup miliaran rupiah berkat menjual NFT berupa foto diri (selfie). Warga Indonesia lainnya pun ramai menjual NFT berupa foto bakso hingga Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Selain itu, selebritas hingga perusahaan di Indonesia pun turut berjualan NFT. Pasangan selebriti Lesti Kejora dan Rizky Billar misalnya, meluncurkan NFT yang dapat digunakan di platform dunia virtual atau metaverse Leslar Metaverse.

Syahrini dan Luna Maya bahkan sudah meluncurkan NFT sejak tahun lalu.

Perusahaan jaringan toko ritel The Goods Dept juga menjual 1.100 NFT. Aset digital yang dijual berbentuk karakter ilustrasi mulai dari ondel-ondel, ojek online hingga wartawan.

Bumilangit Digital Mediatama (BLDX) juga meluncurkan NFT karakter Gundala dan Sri Asih. BLDX merupakan perusahaan patungan (joint venture) antara Bumilangit Entertainment sebagai wadah kreator lokal dan PT Digital Mediatama Maxima Tbk (DMMX).

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) Teguh Kurniawan Harmanda memprediksi NFT semakin menjadi tren tahun ini. "Ini juga seiring dengan pengetahuan mereka (masyarakat) soal manfaat dan peluang pertumbuhan ekonomi kreatif dan digital," katanya dalam siaran pers, pada Januari (3/1).

Menurut dia, sektor perusahaan maupun tokoh yang menjual aset kripto NFT semakin beragam, termasuk metaverse dan platform investasi digital lainnya. "Pasar akan semakin dewasa, dengan banyaknya marketplace NFT yang bermunculan," kata Manda.

Perusahaan data NFT Nonfungible.com mencatat, penjualan aset digital ini mencapai US$ 17,6 miliar atau sekitar Rp 251,6 triliun tahun lalu. Nilainya melonjak 21.000% dibandingkan 2020 US$ 82 juta atau Rp 1,2 triliun.

“Kami melihat pertumbuhan eksponensial selama setahun terakhir,” ujar salah satu pendiri Nonfungible.com Gauthier Zuppinger kepada CNBC Internasional, Kamis (10/3).

Nonfungible.com pun mencatat, lebih dari 2,5 juta pemilik dompet kripto untuk memperdagangkan NFT tahun lalu. Jumlahnya naik dari hanya 89 ribu pada 2020.

Sedangkan jumlah pembeli NFT melonjak dari 75 ribu menjadi 2,3 juta.

Investor menghasilkan total keuntungan US$ 5,4 miliar dari penjualan NFT tahun lalu. Lebih dari 470 dompet menghasilkan keuntungan lebih dari US$ 1 juta.

Kategori NFT yang paling populer adalah barang koleksi, yang menghasilkan penjualan US$ 8,4 miliar. NFT game seperti Axie Infinity mewakili kategori terbesar kedua, mengumpulkan US$ 5,2 miliar dalam penjualan.

Nonfungible.com juga mencatat ada pergeseran fokus ke metaverse pada akhir tahun.  Banyak orang menjual tanah digital dan proyek lain di luar angkasa dengan total US$ 514 juta.

Zuppinger tidak memprediksi bahwa nilai transaksi NFT melonjak secara dramatis tahun ini. Volume rata-rata sekitar US$ 687 juta per minggu sejauh ini pada 2022. Volume rata-rata transaksi NFT itu di bawah tahun lalu US$ 620 juta per minggu.

“Yang menarik adalah kami melihat lebih sedikit orang, lebih sedikit pembeli, lebih sedikit penjualan,” kata Zuppinger.

“Komunitas global mungkin telah menurun karena spekulasi dan hilangnya minat pada koleksi. Tetapi pasar global masih sangat tinggi dan nilai dari beberapa aset ini terus meningkat,” tambah dia.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait