Pasar Ponsel RI Diramal Tumbuh 8%, Hadapi Aturan TKDN dan Cip Langka

Pasar ponsel di Indonesia diramal tumbuh 8% tahun ini, atau melambat dibandingkan 2021 10,9%. Produsen gawai akan menghadapi kebijakan baru soal TKDN dan PPN, serta kelangkaan cip berkepanjangan.
Image title
23 Maret 2022, 12:17
tkdn, ponsel, tkdn ponsel, samsung, oppo, xiaomi, realme, vivo
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/rwa
Warga berjalan di samping papan iklan penjualan ponsel di Jakarta, Jumat (26/2/2021).

International Data Corporation (IDC) memperkirakan, pasar ponsel pintar (smartphone) di Indonesia tumbuh 8% tahun ini. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan tahun lalu  10,9%.

Berdasarkan laporan IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker, penjualan ponsel di Indonesia mengalami titik balik pertumbuhan sejak tahun lalu. Penjualan ponsel meningkat 10,9% menjadi 40,9 juta unit pada 2021.

Pada paruh pertama 2021, pertumbuhan pengiriman gadget 47% secara tahunan (year on year/yoy). Namun pasar kemudian melambat pada semester II tahun lalu.

Pengiriman gawai di Indonesia diperkirakan 44 juta unit pada tahun ini. Associate Market Analyst from IDC Indonesia Vanessa Aurelia mengatakan, produsen akan menghadapi kenaikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atas teknologi internet generasi kelima atau 5G dari 30% menjadi 35%.

Advertisement

"Meskipun sebagian besar vendor smartphone mempersiapkan diri menghadapi TKDN, masih ada ketidakpastian untuk lini produk kelas atas atau high-end mereka yang mungkin akan diatur lebih ketat," kata Vanessa dalam siaran pers, Senin (21/3).

Produsen ponsel juga akan menghadapi kenaikan pajak penghasilan (PPN) dari 10% menjadi 11% yang diterapkan mulai April. "Ada kemungkinan distributor smartphone menumpuk stok sebelum pajak dinaikkan,” ujar Vanessa.

Selain itu, produsen ponsel menghadapi tantangan rantai pasok karena kelangkaan cip (chip) secara global. Berdasarkan laporan Canalys tahun lalu, sejumlah produsen yang terpukul karena kelangkaan cip yakni Xiaomi, Samsung, dan Apple. 

"Dampak kelangkaan cip itu telah benar-benar tiba,” kata analis dari Canalys Ben Stanton dikutip dari Indian Express, tahun lalu (18/10/2021).

Ben mengatakan, kelangkaan cip membuat Xiaomi, Samsung hingga Apple mengurangi produksi ponsel. Mereka juga terpaksa menerapkan perubahan spesifikasi perangkat dan jumlah pesanan. 

"Sangat penting bagi mereka untuk melakukan ini dan memaksimalkan kapasitas volume," kata Ben.

Sedangkan, Wakil Presiden Direktur Forrester, Glenn O’Donnell memperkirakan bahwa kelangkaan cip akan berlangsung hingga 2023. "Permintaan akan tetap tinggi dan pasokan terbatas. Kami perkirakan kelangkaan ini bertahan hingga 2022 atau 2023,” ujarnya seperti dikutip CNBC International, tahun lalu (12/5/2021).

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait