Gojek dan Grab Respons Keluhan Mitra Kuliner soal Komisi

Pelaku usaha makanan Warpopski dan Bearrito mengeluhkan komisi layanan pesan-antar makanan seperti GoFood dan GrabFood. Bagaimana tanggapan Gojek dan Grab?
Image title
12 Mei 2022, 15:48
GrabFood, gojek, grab, komisi gofood, komisi grabfood, shopeefood, traveloka eats, GoFood
Katadata/Desy Setyowati, GrabFood, GoFood
GrabFood dan GoFood

Pelaku usaha makanan Warpopski dan Bearrito mengeluhkan komisi layanan pesan-antar makanan (food delivery) seperti GoFood, GrabFood, ShopeeFood, TravelokaEats, dan Maxim. Gojek dan Grab menyebut bahwa besaran komisi bertujuan mendorong transaksi mitra.

Head Corporate & Policy Communications Grab Indonesia Dewi Nuraini mengatakan, perusahaan mengenakan komisi pada mitra merchant GrabFood secara fleksibel. Artinya, mitra bebas memilih skema komisi sesuai kebutuhan dan prioritas bisnis.

Pengenaan komisi itu bertujuan mengembangkan bisnis mitra. "Manfaat dari skema komisi yang dipilih antara lain mencakup biaya pengiriman yang lebih rendah dan keikutsertaan dalam kampanye dengan biaya lebih terjangkau,” katanya kepada Katadata.co.id, Kamis (12/5).

“Ini untuk menarik lebih banyak konsumen," tambah Dewi.

Advertisement

Hal senada disampaikan oleh Gojek. VP Corporate Affairs Food and Groceries Gojek Rosel Lavina mengatakan, skema komisi merupakan hal yang lazim diberlakukan.  

Skema komisi standar GoFood adalah 20% ditambah Rp 1.000. Ini juga merupakan opsi paket komisi yang ditawarkan kepada mitra usaha. 

"Jadi, mitra usaha yang berminat memperluas akses pasarnya melalui GoFood dapat secara opsional memilih paket komisi lainnya sesuai kebutuhan dan skala usahanya masing-masing," kata Rosel, Rabu (11/5).

Rosel menyebutkan bahwa komisi tersebut pada akhirnya dikembalikan lagi ke mitra. Bentuknya berupa pengembangan platform secara berkelanjutan, peningkatan pelayanan, subsidi biaya pengantaran pemesanan hingga program promosi rutin.

"Hal ini merupakan bagian dari upaya GoFood untuk menciptakan ekosistem bisnis yang berkelanjutan," katanya.

Rosel juga mengatakan, berdasarkan laporan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), biaya komisi GoFood sudah sesuai dengan manfaat yang didapat mitra kuliner.

Menurut laporan tersebut, empat dari lima pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) percaya bahwa GoFood mampu mendorong pertumbuhan usaha.

Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha makanan mengeluhkan tingginya komisi yang diberlakukan oleh Gojek dan Grab. Pelaku usaha lainnya menyebutkan, komisi tinggi juga dipatok oleh platform seperti ShopeeFood dan Traveloka Eats.

Di akun Instagram, Warpopski mengeluhkan komisi layanan pesan-antar makanan. "Berat hati dan mata kami, di warung, melihat driver ojol mengantar makanan dari Warpopski, dengan imbalan kurang seimbang dari platform yang kami pakai," katanya pada Selasa (10/5).

Pemilik tempat makan ala Meksiko Bearrito mengeluhkan hal serupa. "@warpopski berhenti jualan di platform delivery online karena menurutnya harga menu/produk jadi kemahalan untuk konsumen, banyak biaya bagi resto (merchant), dan tidak menyejahterakan driver. Semua benar," katanya melalui akun Twitter @alandakariza.

Ia bercerita, Bearrito tersedia di platform pesan-antar makanan namun dengan harga yang lebih mahal. Ini karena ada komisi dari platform.

Harga makanan di Bearrito lebih murah jika dibeli langsung di outlet.

Menurutnya, sejumlah platform seperti Gojek, Grab, Traveloka, dan Shopee menerapkan komisi rata-rata 20%. Platform lain seperti Kulina pun menerapkan komisi 15-20%.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait