Hari Pertama Pendaftaran, Pengguna Keluhkan Aplikasi MyPertamina Eror

Pengguna mengeluhkan aplikasi MyPertamina eror. Padahal, masyarakat harus menggunakan platform itu mulai hari ini, jika ingin mendapatkan BBM bersubsidi.
Desy Setyowati
1 Juli 2022, 15:51
pertamina, mypertamina, bbm
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/rwa.
Petugas menunjukkan cara mendaftar di website sebelum membeli BBM bersubsidi di SPBU Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, Jumat (1/7/2022).

Pertamina mulai menerapkan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar menggunakan aplikasi MyPertamina hari ini (1/7). Namun, beberapa pengguna mengeluhkan platform eror.

“Tidak bisa mengirim kode OTP,” kata pengguna Twitter @handi 345, Jumat (1/7).

Cuitan itu dibalas oleh tim administrasi Pertamina. “Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini, aplikasi MyPertamina sedang ada peningkatan sistem, sehingga sobat tidak menerima sms OTP,” kata perusahaan melalui akun @pertamina135.

“Kenapa eror min? Sejak tadi, seperti ini terus tampilannya. Kenapa?” kata iiirf.

Advertisement

Sehari sebelum penerapan massal, Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom Alfons Tanujaya menyatakan ragu bahwa aplikasi MyPertamina siap digunakan untuk penyaluran BBM bersubsidi.

Alasannya, membutuhkan proses dalam pengembangannya, seperti membuat versi beta, evaluasi bug hingga penyempurnaan. Ini membutuhkan waktu beberapa bulan. 

Selain itu, Pertamina harus mempunyai data kendaraan yang tidak dan boleh menerima subsidi. Ini supaya tujuan penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran. "Namun, ini belum jelas datanya," kata Alfons kepada Katadata.co.id, Jumat (1/7).

Ia pun mengungkapkan alternatif skema penerapan subsidi BBM tertutup, selain menggunakan aplikasi. "Tanpa aplikasi MyPertamina pun bisa mengidentifikasi kendaraan yang boleh mengisi BBM bersubsidi," katanya.

Dia menjelaskan, tiap pelat nomor kendaraan bisa diberi kode QR atau identifikasi lainnya saat perpanjang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

"Saat isi BBM bersubsidi, tinggal dipindai oleh petugas. Akan ketahuan, ia boleh menerima BBM bersubsidi atau tidak," ujarnya.

Peneliti teknologi informasi dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi juga mengatakan, penempelan kode QR di kendaraan bisa jadi alternatif dan lebih mudah. Selain itu, lebih aman. 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait