Pertumbuhan Ekonomi AS Diramal Cerah karena Konsumsi Mulai Meningkat

Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal III diramal cerah karena penjualan ritel Agustus meningkat. Ini dinilai menunjukkan konsumsi di AS membaik meski ada virus corona varian Delta.
Image title
17 September 2021, 09:24
pertumbuhan ekonomi, amerika, varian delta
ANTARA FOTO/REUTERS/Kevin Lamarque/FOC/sa.
Presiden AS Joe Biden berbicara tentang rencana administrasi untuk memperkuat manufaktur Amerika selama penampilan singkat di Auditorium Pengadilan Selatan di Gedung Putih di Washington, AS, Senin (25/1/2021).

Penjualan ritel Amerika Serikat (AS) Agustus meningkat, didorong oleh belanja kebutuhan sekolah dan pembayaran insentif kredit pajak anak dari pemerintah. Data ini meredam ekspektasi perlambatan tajam pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga.

Departemen Perdagangan pada kamis malam (16/9) melaporkan, penjualan ritel Agustus naik 0,7% dibandingkan bulan sebelumnya (month to montm/mtm). Ini membaik dibandingkan Juli yang terkontraksi 1,8%.

Pencapaian itu juga melebihi ekspektasi ekonom yang disurvei oleh Reuters yang memperkirakan penjualan ritel masih terkontraksi 0,8%.

Secara tahunan (year on year/yoy), penjualan ritel AS juga meningkat 15,1%. Bahkan nilainya 17,7% di atas tingkat sebelum ada pandemi corona.

"Konsumsi AS tidak melambat seperti bulan lalu meskipun stimulus memudar. Varian Delta tidak banyak memengaruhi industri yang mendorong penjualan ritel," kata kepala ekonom di FHN Financial Chris Low dikutip dari Reuters, Jumat (17/9).

Penjualan didorong oleh lonjakan pembelian online, yang mengimbangi penurunan berkelanjutan di dealer mobil. Penjualan ritel online naik 5,3% setelah terkontraksi 4,6% pada Juli.

Sebagian besar distrik sekolah memulai tahun akademik 2021-2022 pada Agustus. Pembelajaran tatap muka dilanjutkan setelah tahun lalu beralih ke kelas online karena pandemi Covid-19.

Penguatan penjualan ritel kemungkinan besar juga dipengaruhi oleh perluasan program bantuan kredit pajak anak yang mulai diterima rumah tangga dan akan berlangsung hingga Desember. Penjualan di toko pakaian naik tipis 0,1% bulan lalu. Ada kenaikan kuat transaksi di toko bahan bangunan dan furnitur yakni 3,5%.

Tapi penjualan di dealer mobil terkontraksi 3,6%, meskipun membaik dibandingkan bulan lalu yang negatif 4,6%. Ini karena kelangkaan cip global memaksa produsen mobil memangkas produksi.

Kelangkaan cip itu juga berpengaruh terhadap produk elektronik seperti ponsel dan laptop. Penjualan ritel untuk jenis barang elektronik dan peralatan pun kontraksi 3,1%. Begitu juga dengan barang olahraga, hobi, alat musik dan toko buku minus 2,7%.

Federasi Ritel Nasional (NRF) mengatakan, masih kuatnya penjualan ritel di tengah berbagai hambatan, mencerminkan konsumsi domestik dan ketahanan pengecer nasional yang baik. Ini akan berimplikasi terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) AS pada kuartal ketiga.

"Kami mempertahankan kepercayaan pada kekuatan historis konsumen dan sepenuhnya mengharapkan rekor setahun penjualan ritel dan musim liburan yang kuat bagi pengecer," kata Presiden NRF Matthew Shay.

Ekonom di Morgan Stanley juga langsung menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga AS ke level 5% dari ekspektasi awal 3,3%. Goldman Sachs menaikkan prediksi dari 3,5% menjadi 4,5%.

Reporter: Abdul Azis Said
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait