DPR Minta RUU Perlindungan Data Pribadi Mengatur Soal Sanksi Pidana

Desy Setyowati
26 Desember 2019, 15:36
DPR meminta agar Kominfo mengatur tentang sanksi pidana dalam draf RUU Perlindungan data pribadi
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi, suasana Rapat Paripurna ke-6 DPR Masa Persidangan I Tahun Sidang 2019-2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (17/12/2019).

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengkaji Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) secara mendalam. DPR berharap aturan itu memuat sanksi pidana.

Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI dari Fraksi NasDem Willy Aditya meminta Kominfo berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait. "Saya mendesak Kominfo koordinasi dengan lembaga pemerintahan lainnya sebelum draf akhir diserahkan untuk dibahas bersama DPR," kata dia di Jakarta, hari ini (26/12).

Advertisement

Dia menilai pelindungan Hak Asasi Manusia (HAM) merupakan hal yang penting. Namun, Kominfo tetap harus memperhatikan manfaatnya terhadap pemilik data pribadi.

Ia juga berharap, aturan itu memuat sanksi pidana. Dengan begitu, pemilik data semestinya bisa menggugat perdata atau meminta ganti rugi atas pelanggaran tersebut.

(Baca: Menkominfo Ungkap Tiga Pokok dalam RUU Perlindungan Data Pribadi)

Willy menegaskan, RUU PDP merupakan aturan penting untuk melindungi HAM warga negara di era digital ini. Apalagi, sudah ada beberapa kasus terkait data pribadi. Misalnya, banyak pengguna yang belum menyadari pentingnya menjaga keamanan datanya.

"Belum lagi aplikasi teknologi finansial (fintech) yang abusive menggunakan nomor telepon nasabahnya,” kata dia. Menurut dia, perlu ada aturan tegas yang mengatur tentang data pribadi.

Karena itu, menurut dia, RUU PDP harus dibahas paralel dengan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber dan revisi UU Penyiaran. Dengan begitu, ia berharap ada sinergi antara ketiga regulasi tersebut.

Halaman:
Reporter: Antara
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement