Indonesia Terancam Resesi, Bagaimana Nasib Startup?

Fahmi Ahmad Burhan
18 Juli 2022, 12:08
startup, resesi, pertumbuhan ekonomi
Katadata
Diskusi Katadata Forum dengan tema "Transformasi Indonesia Menuju Raksasa Ekonomi Digital" di Jakarta, Selasa, (08/05)

Indonesia termasuk dalam negara terancam resesi, menurut survei Bloomberg. Bagaimana dampak sentimen ini terhadap industri startup Tanah Air?

Ketua Asosiasi Modal Ventura Untuk Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro menilai, ancaman resesi di sejumlah negara akan berdampak terhadap pendanaan ke startup Indonesia, terutama dari investor luar negeri. Ini karena likuiditas berkurang.

Advertisement

Sedangkan bagi investor lokal, investasi akan terus berlangsung. "Sebab, investasi di startup kan untuk jangka panjang," kata Eddi kepada Katadata.co.id, Senin (18/7).

“Rata-rata waktu horizon tujuh sampai delapan. Nah, investor lokal ini semestinya investor jangka panjang,” tambah dia.

Ia juga mengatakan, valuasi perusahaan rintisan akan terkoreksi di tengah ancaman resesi. Kapitalisasi startup jumbo asal Singapura, Sea Group dan Grab misalnya.

Kapitalisasi pasar induk Shopee, Sea Group misalnya, hanya US$ 38,71 miliar pada akhir pekan lalu (15/6) menurut data YCharts. Nilainya turun drastis dibandingkan Oktober 2021 sekitar US$ 200 miliar.

Kapitalisasi pasar Grab juga anjlok dari sekitar US$ 40 miliar saat mencatatkan saham perdana alias IPO menjadi US$ 9,56 miliar hari ini. Ini artinya, pesaing Gojek itu kehilangan status decacorn.

Akan tetapi, Eddy menilai bahwa penurunan valuasi startup seperti sekarang ini justru waktu yang tepat bagi investor untuk masuk. “Kalau punya dana menganggur, bisa jadi waktu yang baik untuk berinvestasi," katanya.

Namun, menurutnya investor akan tetap mempertimbangkan banyak hal dalam berinvestasi ke startup. Penanam modal akan melihat unit ekonomi perusahaan rintisan yang dibidik.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement