Dampak ke Konsumen jika GoTo Gojek dan Grab Jadi Merger

Lenny Septiani
13 Februari 2024, 13:30
goto, gojek, grab,
ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA
Sejumlah pengemudi ojek daring (online) menunggu penumpang di depan Stasiun Pondok Cina, Kota Depok, Jawa Barat, Selasa (11/6/2019).
Button AI Summarize

GoTo Gojek Tokopedia dan Grab dikabarkan dalam diskusi untuk melakukan merger. Bagaimana dampaknya ke konsumen?

Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU belum mendapatkan informasi resmi mengenai kabar merger GoTo Gojek Tokopedia dan Grab. Kedua perusahaan juga enggan menanggapi rumor.

Namun Direktur Eksekutif Institute For Development of Economics and Finance atau Indef Esther Sri Astuti menilai ada potensi monopoli atau oligopoli jika GoTo Gojek Tokopedia dan Grab jadi merger.

“Pemerintah harus menetapkan batas atas harga, atau mendorong tumbuhnya perusahaan lain untuk menjadi penyedia jasa ini,” kata Esther kepada Katadata.co.id, Selasa (13/2).

Ia juga mengungkapkan potensi dampak jika GoTo Gojek Tokopedia dan Grab jadi merger, di antaranya:

  • Modal perusahaan lebih besar
  • Pangsa pasar perusahaan lebih besar
  • Mitra pengemudi taksi dan ojek online alias ojol, serta penjual bisa digabungkan sehingga lebih bervariasi
  • Ada potensi monopoli atau oligopoli karena pemain di sektor ini menjadi lebih sedikit
  • Gabungan GoTo Gojek Tokopedia dan Grab bisa menjadi price leader
  • Konsumen tidak punya alternatif untuk memperoleh variasi harga dari banyak penyedia jasa ini

Hal senada disampaikan oleh Direktur Ekonomi Digital dan Ekonom Center of Economic and Law Studies alias CELIOS Nailul Huda. “Pasar yang terbentuk di angkutan sewa khusus ini memang duopoli dengan penguasaan pangsa pasar yang didominasi oleh Gojek-Grab,” ujar dia kepada Katadata.co.id, Senin (12/2).

Perusahaan taksi dan ojek online alias ojol lain seperti Maxim dan inDrive bisa memasuki pasar, namun belum tentu dapat bersaing. Nailul mencontohkan Uber yang diakuisisi oleh Grab.

Menurut dia, kekuatan utama Gojek dan Grab yakni strategi bakar uang dengan promosi terus menerus. Hal ini membuat persaingan kedua perusahaan relatif ketat.

“Dengan pangsa pasar besar atau lebih dari 80% dikuasai oleh Gojek dan Grab di Indonesia, maka merger ini bisa menghasilkan pemain tunggal dominan,” ujar dia.

Halaman:
Reporter: Lenny Septiani

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...