Demo soal Aceng dan Slot, Driver Ojol Sebut Potongan Aplikator hingga 50%

Kamila Meilina
27 Februari 2025, 16:27
Demo ojol, ojek online, gojek, grab,
Katadata/Kamila Meilina
Demo ojol di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2025)

Ringkasan

  • PT Telkom Indonesia Tbk menargetkan rasio pembayaran dividen sebesar 70% hingga 80% dari laba bersih pada tahun buku 2024, dengan fokus pada peningkatan dividen per saham dan memastikan pembayaran dividen seimbang dengan kebutuhan ekspansi dan investasi.
  • Laba periode yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I 2024 mengalami penurunan sebesar 7,8% year-on-year menjadi Rp 11,76 triliun, namun pendapatan Telkom tumbuh 2,46% menjadi Rp75,29 triliun, didorong oleh segmen data, internet, dan teknologi informasi.
  • Beban operasional Telkom meningkat, termasuk beban karyawan yang naik 20,92% year-on-year di semester I 2024, sebagai bagian dari pelaksanaan program Pensiun Dini yang bertujuan untuk efisiensi dan produktivitas dalam mengakselerasi transformasi bisnis perusahaan.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Ratusan pengemudi ojek online atau ojol dari rencana ribuan, berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, hari ini (27/2) menuntut pengurangan biaya aplikasi. Beberapa driver bercerita program Aceng dan Slot membuat komisi aplikator mencapai 50%.

Sri Lestari misalnya, menyampaikan Aceng merupakan singkatan dari Argo Goceng. Layanan ini tersedia untuk GoFood dan GoSend Gojek.

Driver ojol yang bergabung dengan Gojek sejak 2015 itu menjelaskan Aceng adalah program argo pengiriman barang dan makanan jauh maupun dekat hanya Rp 5.000. “Ini yang diterima oleh pengemudi,” kata Sri kepada Katadata.co.id di tengah-tengah unjuk rasa, di Jakarta, Kamis (27/2).

Program Aceng Gojek itu tersedia sejak Agustus 2023. Pengemudi ojol tiba-tiba menerima notifikasi Kopdar di aplikasi. Kopdar adalah forum rutin yang mempertemukan Gojek dengan para pengemudi ojol guna memahami kendala dan kebutuhan mitra.

“Begitu kami membuka tautan atau link tersebut, tiba-tiba kami masuk ke akun Aceng. Jadi tidak semua pengemudi ojol, tetapi rerata yang baru bergabung (menjadi mitra), masuk ke akun Aceng karena belum tahu,” ujar Sri. “Ganti akun sulit, karena pelat motor dan KTP sudah tercatat.”

Ia menceritakan pengemudi ojol yang mengikuti program Aceng hanya menerima Rp 5.000. Sementara itu, ia mencoba untuk memesan GoFood dan yang harus dibayarkan oleh konsumen Rp 20 ribu.

Dengan asumsi angka tersebut, ia menduga aplikator mengambil biaya aplikasi 75%. Padahal Keputusan Menteri Perhubungan atau Kepmenhub KP Nomor 1001 Tahun 2022, batas maksimal potongan biaya aplikasi ditetapkan 20%.

Katadata.co.id mengonfirmasi hal tersebut kepada Gojek. Namun belum ada tanggapan.

Mitra pengemudi ojol Grab Wawan juga bercerita mengenai program Slot. Jika bergabung dengan program ini, akun Reguler otomatis non-aktif. Begitu pun sebaliknya.

Dia membandingkan jumlah order di akun Slot dan Reguler. Hasilnya, jumlah pesanan saat ia mengaktifkan akun Reguler, lebih sedikit dibandingkan ketika memakai Slot.

Ia juga membandingkan tarif ojol di akun Reguler miliknya dengan Slot di aplikasi rekannya. Wawan mengetahui bahwa biaya aplikasi yang diambil aplikator lebih dari 50%.

“Konsumen membayar Rp 15 ribu, yang diterima teman saya hanya sekitar Rp 7.000 (berkurang 53,3%),” kata dia kepada Katadata.co.id.

Tantangan lainnya dalam menggunakan akun Slot yakni jarak tempuh pengemudi ojek online berpotensi jauh. Ia mencontohkan driver ojol yang memiliki akun Slot berdomisili di Jakarta Timur, dan ingin beroperasi di dekat rumah.

“Kalau slot di wilayah itu sudah penuh, maka driver ojol tersebut akan ‘dilempar’ ke wilayah lain seperti Bekasi,” ujar Wawan.

Mitra pengemudi ojol lainnya Marhali menyampaikan cara kerja akun Slot di Gojek mirip dengan Grab. “Akun Reguler dibuat ‘anyep’. Pernah sehari hanya menerima Rp 7 ribu (karena tidak memakai Slot),” katanya.

Katadata.co.id mengonfirmasi hal itu kepada Gojek dan Grab. Namun belum ada tanggapan.

Oleh karena itu, pengemudi ojol yang tergabung dalam Garda berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, hari ini (27/2). “Hari ini aksi demo ke istana dan offbid massal,” ujar Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono kepada Katadata.co.id, Kamis (27/2).

Ia memperkirakan 1.000 driver ojol berpartisipasi dalam demonstrasi hari ini. Berdasarkan pantauan Katadata.co.id per pukul 15.54 WIB, ada ratusan pengemudi ojek online yang berkumpul untuk menggelar aksi.

Aksi yang bertajuk AKSI OJOL 272 itu merupakan bentuk protes terhadap pemerintah yang dinilai tidak menindak tegas aplikasi ojek online yang melanggar aturan pemotongan biaya aplikasi.

“Berdasarkan fakta di lapangan, para pengemudi online dipotong biaya aplikasi hingga hampir mencapai 50%,” kata Igun.

Selain itu, skema promosi seperti Aceng dan Slot menjadi perhatian, karena dianggap merugikan pengemudi dengan memangkas tarif yang mereka terima. Berikut tiga tuntutan pengemudi ojol dalam demo hari ini (27/2):

  • Pemerintah memberikan sanksi tegas kepada perusahaan aplikator yang melanggar regulasi
  • Revisi potongan biaya aplikasi dari 20% menjadi maksimal 10%
  • Penghapusan skema program promo yang merugikan pengemudi, seperti Aceng, Slot, dan sejenisnya

Para demonstran juga meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan dalam menegakkan aturan dan memberikan sanksi tegas kepada perusahaan aplikator, terutama terkait biaya aplikasi yang dinilai lebih dari 20%.

Mereka akan menunggu respons Presiden Prabowo, baru kemudian mengkaji untuk melakukan aksi lanjutan atau tidak.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...