Amazon dan Alibaba Panen Pendapatan dari Bisnis Cloud

Fahmi Ahmad Burhan
3 Februari 2021, 12:23
Pendapatan Amazon dan Alibaba dari Bisnis Cloud Melonjak hingga 50%
ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song
Logo Alibaba Group di kantor pusat perusahaan di Hangzhou, provinsi Zhejiang, Tiongkok, Senin (18/11/2019).

Permintaan solusi berbasis komputasi awan (cloud) meningkat selama pandemi corona. Pendapatan Amazon dan Alibaba dari bisnis ini pun melonjak hingga 50% pada kuartal yang berakhir Desember 2020.

Amazon melaporkan bahwa pendapatan Amazon Web Services (AWS) naik 28% secara tahunan (year on year/yoy). “Nilainya naik dari US$ 9,95 miliar menjadi US$ 12,7 miliar,” demikian tertulis pada laporan, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (2/2).

Advertisement

AWS berkontribusi 10% terhadap pendapatan Amazon secara keseluruhan pada tahun lalu. Raksasa e-commerce asal Amerika Serikat (AS) itu membukukan penghasilan US$ 125,6 miliar atau Rp 1.758,4 triliun pada kuartal yang berakhir Desember 2020.

Itu pertama kalinya pendapatan kuartalan Amazon melampaui US$ 100 miliar. Perolehan itu juga melampaui perkiraan analis US$ 119,7 miliar.

CEO AWS Andy Jassy pun akan menggantikan Jeff Bezos sebagai CEO Amazon pada kuartal III. Sedangkan Jeff bakal menjabat ketua eksekutif dewan Amazon.

“Dalam peran sebagai ketua eksekutif, saya ingin memfokuskan energi dan perhatian pada produk baru dan inisiatif awal,” kata Bezos dalam surat untuk karyawan.

Selain AWS, pendapatan Alibaba dari bisnis cloud tumbuh 50% yoy menjadi 16,1 miliar yuan atau US$ 2,5 miliar. EBITA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi Alibaba Cloud pun mencapai 24 juta yuan atau US$ 3 juta.

Itu pertama kalinya Alibaba Cloud mencetak keuntungan. "Bisnis cloud kami terus memperluas kepemimpinan pasar dan menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Ini mencerminkan potensi besar pasar cloud," kata Chairman sekaligus CEO Alibaba Daniel Zhang dikutip dari CNN Internasional, Selasa (2/2).

Ia mengatakan, permintaan layanan cloud meningkat selama pandemi corona. Utamanya, dari klien di sektor digital, keuangan, dan retail.

President of Alibaba Cloud Database Products Business Feifei Li mengatakan, klien memanfaatkan cloud untuk mengelola atau memanfaatkan basis data selama pandemi Covid-19. Biasanya, ini bertujuan mempermudah pengelolaan, analisis, dan menjaga keamanan data.

Berdasarkan data Statista pada 2020, pengeluaran perusahaan untuk infrastuktur teknologi informasi (IT) diprediksi meningkat 3,8% tahun ini karena pandemi virus corona. Cloud menjadi salah satu yang diandalkan.

Sedangkan laporan Gartner menunjukkan, 75% basis data perusahaan global diprediksi masuk cakupan cloud pada 2023. "Masa depan terletak pada teknologi basis data," kata Li dalam siaran pers, tahun lalu (29/9/2020).

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement