Pemerintah Kaji Omnibus Law Digital Atasi Data Bocor, Ahli Usul 4 Poin

Fahmi Ahmad Burhan
10 Juni 2021, 16:41
omnibus law digital, omnibus law, kebocoran data, tokopedia, data bpjs, bitcoin, covid-19
123RF.com/rawpixel
Ilustrasi keamanan internet

Pemerintah berencana merancang Undang-undang (UU) Omnibus Law bidang elektronik, karena maraknya kebocoran data. Ahli teknologi informasi (IT) mengusulkan empat poin terkait omnibus law digital tersebut.

Pertama, harus ada sosialisasi masif terkait pentingnya masyarakat menjaga data pribadi. “Harus ada peningkatan kepedulian atas data,” kata Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom Alfons Tanujaya kepada Katadata.co.id, Kamis (10/6).

Secara keseluruhan, ia mendukung UU Omnibus Law Bidang elektronik. Regulasi ini bisa menjadi alternatif penanganan kasus pelanggaran data pribadi di tengah Rancangan UU Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) tak kunjung rampung.

Kedua, sanksi tegas. Peneliti keamanan siber dari Communication Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persada mengatakan, aturan dengan sanksi tidak tegas membuat sistem informasi di Tanah Air mudah diserang.

Bahkan, sistem informasi milik instansi negara yang lemah sering sasaran latihan bagi peretas (hacker) pemula atau script kiddies.

Ketiga, penguatan sistem manajemen pengamanan data. Ia menyarankan seluruh instansi pemerintah bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk melakukan audit digital forensic sesegera mungkin.

Tujuannya, setiap organisasi dapat mengetahui celah keamanan data. "Ini perlu dilakukan untuk menghindari pencurian data ke depan," kata Pratama.

Organisasi juga mesti menguji sistem atau penetration test (pentest) secara berkala. Ini merupakan prinsip keamanan siber dan langkah preventif, agar sejak awal dapat ditemukan kelemahan yang harus diperbaiki segera.

Halaman:
Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...