Google hingga Amazon Rekrut Hampir 1 Juta Karyawan Sebelum PHK

Desy Setyowati
27 Januari 2023, 14:16
google, amazon, microsoft, phk
ANTARA FOTO/REUTERS/Arnd Wiegmann/File Photo/AWW/sa.
Seorang pria berjalan melewati logo Google di depan gedung perkantoran di Zurich, Swiss, Rabu (1/7/2021).

Google, Amazon, Microsoft dan tiga raksasa teknologi merekrut hampir satu juta pegawai selama pandemi corona. Pada akhirnya, keenam big tech ini melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK 58.590 karyawan sejak akhir tahun lalu.

Amazon, Google, Microsoft, Saleforces, Meta, dan Spotify merekrut total 969.479 pekerja sejak akhir 2019 sampai 2022. Ketika kasus Covid-19 menurun, keenam raksasa teknologi ini melakukan PHK terhadap lebih dari 58 ribu pegawai.

“Apa yang telah kami saksikan selama setahun terakhir (2020) adalah awal dari gelombang kedua transformasi digital yang melanda setiap perusahaan dan setiap industri,” kata CEO Microsoft Satya Nadella pada Januari 2021, ketika layanannya masif digunakan akibat Covid-19, dikutip dari CNN Internasional, Selasa (24/1).

Raksasa teknologi masif merekrut pegawai pada awal pandemi corona. Rinciannya sebagai berikut:

Raksasa teknologi masif merekrut pegawai selama pandemi corona
Raksasa teknologi masif merekrut pegawai selama pandemi corona (CNN Internasional)
Raksasa teknologi masif merekrut pegawai selama pandemi corona
Raksasa teknologi masif merekrut pegawai selama pandemi corona (CNN Internasional)

Kemudian mereka masif melakukan PHK. Rinciannya sebagai berikut:

Persentase jumlah pegawai yang di PHK oleh raksasa teknologi dan yang direkrut selama pandemi corona
Persentase jumlah pegawai yang di PHK oleh raksasa teknologi dan yang direkrut selama pandemi corona (Yahoo)

Meski telah melakukan PHK dalam porsi besar, jumlah karyawan keenam raksasa teknologi itu tetap tinggi. Berikut rinciannya:

Persentase jumlah pegawai raksasa teknologi setelah PHK besar-besaran
Persentase jumlah pegawai raksasa teknologi setelah PHK besar-besaran (CNN Internasional)

“Mereka beralih dari berada di puncak dunia menjadi harus membuat beberapa keputusan yang sangat sulit,” kata Kepala Divisi Teknologi, Media, dan Telekomunikasi Third Bridge Scott Kessler.

“Anda telah melihat perusahaan membuat keputusan strategis yang salah pada waktu yang salah,” tambah dia.

Ia memperkirakan tren PHK berlanjut tahun ini, karena kondisi ekonomi global yang tidak pasti.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...