RI Mau Setop Moratorium WTO Digital, Tarif Netflix dan ChatGPT Naik

Desy Setyowati
6 Februari 2024, 07:00
YouTube, Netflix, Disney+ Hotstar, Hulu, moratorium wto,
123RF
YouTube, Netflix, Disney+ Hotstar, Hulu
Button AI Summarize

Indonesia meminta Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO menyetop moratorium yang membuat pemerintah tidak bisa mengenakan bea masuk atas produk digital. Biaya berlangganan Gmail untuk bisnis, YouTube Premium, Netflix, Disney+ Hotstar hingga ChatGPT dinilai bisa naik.

WTO menerapkan moratorium atau pembebasan tarif bea masuk dan cukai untuk produk digital sejak 1998. Moratorium ini akan berakhir pada Maret 2024.

Kementerian Keuangan atau Kemenkeu dan Kementerian Perdagangan alias Kemendag ingin moratorium itu disetop, supaya pemerintah bisa mengenakan bea masuk atas produk digital.

Riset UNCTAD berjudul Growing Trade in Electronic Transmission: Implications for the South pada 2019 memperkirakan moratorium WTO tersebut membuat negara dengan ekonomi berkembang kehilangan US$ 8 miliar pada 2017. Sementara itu, negara maju hanya kehilangan potensi US$ 212 juta.

Namun Managing Director Asia Internet Coalition atau AIC Jeff Paine memperkirakan, dampak moratorium WTO terhadap potensi pendapatan bea cukai produk digital kurang dari 1%. Menurut dia, pengenaan bea masuk dan cukai justru bisa berdampak buruk terhadap ekonomi digital.

Google, Temasek, dan Bain and Company memperkirakan nilai pasar ekonomi digital Indonesia US$ 82 miliar atau sekitar Rp 1.292 triliun pada 2023. Rinciannya sebagai berikut:

Halaman:
Reporter: Desy Setyowati, Hari Widowati

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...