Taktik Peretas Iran Makin Agresif, Infrastruktur Vital AS Jadi Sasaran

Rahayu Subekti
8 April 2026, 13:59
Ilustrasi hacker, Iran, peretas
Meta.ai/Katadata Desy Setyowati
Ilustrasi hacker. Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan peretas Iran mulai menyasar langsung sistem infrastruktur penting milik AS.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Aksi peretas yang diduga didukung Iran kini memasuki fase yang lebih berani dan berbahaya. Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperingatkan peretas Iran mulai menyasar langsung sistem infrastruktur penting milik AS dengan tujuan menciptakan gangguan nyata di dunia fisik.

Menurut laporan TechCrunch, peringatan keras itu datang dari gabungan lembaga keamanan AS seperti Federal Bureau of Investigation (FBI), National Security Agency (NSA), Cybersecurity and Infrastructure Security Agency, dan United States Department of Energy. Mereka mengungkap bahwa peretas kini mengeksploitasi perangkat yang terhubung internet di sektor-sektor krusial, termasuk air, energi, dan pemerintahan lokal.

Para peretas menargetkan sistem industri, seperti PLC dan Supervisory Control and Data Acquisition yang merupakan teknologi yang mengontrol operasi fasilitas vital. Dengan akses ke sistem ini, peretas tidak hanya bisa melihat data, tetapi juga memanipulasi cara kerja mesin dan infrastruktur.

Serangan semacam ini menandai perubahan besar dalam strategi. Jika sebelumnya serangan siber identik dengan pencurian informasi, kini peretas berupaya menciptakan dampak langsung seperti gangguan layanan hingga kerugian finansial.

Handala Disebut Jadi Aktor Utama

Nama Handala mencuat sebagai salah satu aktor utama. Kelompok ini dikaitkan dengan sejumlah serangan besar, termasuk pembobolan sistem perusahaan teknologi medis Stryker. Dalam insiden tersebut, peretas bahkan mampu menghapus ribuan perangkat karyawan dari jarak jauh menggunakan sistem keamanan internal perusahaan.

Mereka juga disebut berada di balik kebocoran email pribadi Direktur FBI Kash Patel. Lonjakan agresivitas ini diyakini berkaitan dengan memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah

Peringatan ini juga muncul tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dalam sebuah unggahan media sosial pada Selasa pagi (7/4) waktu setempat. “Seluruh peradaban akan mati malam ini jika Iran tidak menyerah pada kesepakatan dengan Amerika Serikat untuk membuka Selat Hormuz, titik penting bagi lalu lintas pelayaran global, pada akhir hari,” tulis Trump. 

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rahayu Subekti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...