Kemenperin Promosikan Acara Festival Fesyen Internasional di Paris

International Muslim Fashion Festival 2019 akan diselenggarakan dengan konsep business to business.
Image title
Oleh
14 Desember 2018, 18:56
Mode memperagakan busana muslim di ajang Indonesia Fashion Week beberapa waktu lalu. Bisnis busana muslim sangat menjanjikan. Indonesia menargetkan bi
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Model tengah memperagakan busana muslim di ajang Indonesia Fashion Week beberapa waktu lalu. Bisnis busana muslim sangat menjanjikan. Indonesia menargetkan bisa menjadi kiblat busana muslim dunia pada 2020.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan International Muslim Fashion Festival dalam acara Fashion Show "La Mode" Sur La Seine Paris, Perancis pada 1 Desember 2018. Festival fesyen muslim internasional ini akan digelar pada 2019.

Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, pameran fesyen muslim tersebut akan diselenggarakan dengan konsep business to business (B to B) melibatkan sekitar 250 undangan. Mereka yang akan hadir adalah calon pembeli potensial dari berbagai negara.

"Target yang ingin kami capai dari peluncuran kegiatan inni adalah meningkatkan nilai ekspor produk fesyen nasional terutama fesyen muslim di pasar Eropa dan negara anggota OKI (Organisasi Kerja Sama Islam)," katanya, di Jakarta, Jumat (14/12).

(Baca juga: Tumbuh 8,7%, Busana Muslim Jadi Andalan Ekspor Tekstil Indonesia

Advertisement

Negara asal pembeli potensial yang diundang Kemenperin dalam International Muslim Fashion Festival 2019 ialah Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris, dan Rusia.

Selain pameran produk fesyen muslim, festival tersebut juga akan menghadirkan konferensi internasional dan sesi bincang santai. Kemenperin membidik peningkatan nilai ekspor produk fesyen muslim terutama di pasar Eropa dan negara anggota OKI melalui acara itu.

(Baca juga: Bisnis di Segmen Fesyen Modest Potensial

Gati mengutarakan pula bahwa dalam Fashion Show "La Mode" Sur La Seine Paris pada awal bulan ini, karya desainer Indonesia sempat menjadi sorotan. Pameran fesyen ini dihadiri 400 peserta dari Italia, Australia, Jerman, Taiwan, Korea Selatan, AS, Uni Emirat Arab, Spanyol, Inggris, dan Rusia.

"Partisipasi kami pada event La Mode Sur La Seine Paris juga adalah upaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi industri fesyen muslim di Indonesia ke pasar dunia," tuturnya.

Promosi dilakukan khususnya ke beberapa pusat mode dunia seperti Paris, Milan, London, dan kota lain di Eropa. Kemenperin hendak mendekatkan produk fesyen lokal kepada konsumen global, ini bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim internasional.

(Baca juga: Agar Kebal Perang Dagang, Industri Fesyen Butuh Lebih Banyak Desainer

Target jangka panjang dalam pengembangan industri fesyen muslim, yakni Indonesia termasuk tiga besar eksportir ke negara OKI. Pada saat yang sama produk nasional juga ditargetkan menguasai pasar lokal.

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait