Indonesia Ekspor Perdana 608 Produk UMKM ke Tiongkok

Setelah Tiongkok, ekspor produk UMKM ditargetkan juga masuk ke ASEAN, Amerika Serikat (AS) serta Eropa
Image title
Oleh Tri Kurnia Yunianto
19 Desember 2019, 21:28
RI Ekspor Perdana 608 Produk UMKM ke Tiongkok.
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah
Petugas Bea dan Cukai memeriksa barang di Kawasan Industri dan Pergudangan Marunda Center, Bekasi, Kamis (19/12/2019). Sebanyak 608 produk UMKM Indonesia diekspor perdana ke Tiongkok melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) e-commerce.

Pemerintah melepas ekspor perdana 608 produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke Ningbao, Tiongkok. Produk yang dikemas dalam 131 koli senilai US$ 38 ribu atau setara Rp 531 juta itu dikirim melalui Pusat Logistik Berikat (PLB) e-commerce di PT UNIAIR Indotama. 

 Presiden Direktur PT Unair Indotama Cargo (UIC) Lisa Juliawati mengatakan, PLB e-commerce merupakan kendaraan logistik bagi UMKM untuk mengekspor produknya.

"Selama ini perdagangan elektronik hanya untuk mengimpor barang-barang konsumsi," kata Lisa di kawasan industri dan pergudangan Marunda Center, Bekasi, Kamis (19/12).

Menurut dia, ada beberapa keuntungan bagi UMKM yang akan mengekspor produknya melalui PLB e-commerce diantaranya yaitu produk akan dikenal luas, bisa masuk dalam katalog perusahaan market place luar negeri dan memperoleh kemudaham dalam pengurusan prosedur ekspor dan kepabeanan.

(Baca: Ekspor Produk UMKM Baru 14%, Menteri Koperasi Kaji Gaet E-Commerce)

Setelah Tiongkok, ekspor produk UMKM ditargetkan juga masuk ke beberapa negara di kawasan ASEAN, Amerika Serikat (AS) serta Eropa. "Bergulirnya PLB e-commerce sebagai salah satu upaya meningkatkan ekspor nonmigas, di saat pasar internasional kurang mendukung," kata dia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menjelaskan dengan adanya bantuan pemasaran melalui PLB e-commerce, UMKM dapat fokus pada pengusaan modal, sistem produksi dan distribusi. Eksportir UMKM juga dapat memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan bahan baku.

(Baca: Pedagang Online Wajib Berizin Usaha, Mendag Pastikan Tak Ada Pungutan)

"Nantinya semua importir harus mengunduh data barang seperti jenis, jumlah dan harga ke dalam katalog sehingga kami memiliki data yang valid," ujar Agus.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Teten Masduki menyebutkan kontribusi ekspor UMKM pada 2024 diharapkan bisa mencapai 30%. Hingga saat ini kontribusi ekspor UMKM baru sebesar 14,17% dan 60,34% dari total PDB nasional. 

"Ini merupakan salah satu upaya penguatan eksistensi produk lokal di pasar internasional," kata dia.

 

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto
Editor: Ekarina

Video Pilihan

Artikel Terkait