Indonesia dan Ekuador Rintis Perjanjian Perdagangan

Forum kerja sama perdagangan ini menjadi momentum bersejarah karena negosiasi perdagangan itu merupakan yang pertama kali diselenggarakan.
Michael Reily
5 Januari 2019, 08:49
Pelabuhan Ekspor
Katadata

Indonesia dan Ekuador merintis perjanjian dagang dengan menggelar forum kerja sama perdagangan. Hal ini antara lain bertujuan untuk  memperluas hubungan bilateral kedua negara serta membuka peluang investasi. 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan pertemuan kedua pihak merupakan momentum bersejarah. Sebab, negosiasi perdagangan itu merupakan yang pertama kali diselenggarakan setelah kedua negara menjalin hubungan diplomatik selama 38 tahun.

Pertemuan kedua negara terjadi di Quito, Ekuador, 19 Desember 2018 lalu itu merupakan bentuk komitmen peningkatan akses pasar ekspor Indonesia, khususnya ke Amerika Latin. "Forum ini berpotensi menjadi batu lonjatan untuk pembentukan perjanjian perdagangan," kata Enggar melalui cuitan Twitter, Jumat (4/1).

(Baca: Mendag Terbitkan Aturan Sertifikasi Mandiri Komoditas Ekspor)

Advertisement

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Perundingan Bilateral Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini serta Duta Besar Indonesia untuk Ekuador Diennaryati Tjokrosuprihartono sebagai penasihat.

Sementara, delegasi Ekuador dipimpin Director for Asia, Africa and Oceania, Ministry of Production, Trade and Investment, Maria Fernanda Cruz.

Kedua negara melakukan pembahasan tentang isu strategis terkait perdagangan bilateral, termasuk isu akses pasar, sektor investasi prioritas kedua negara, fasilitas perdagangan, prosedur kepabeanan, dan sanitary and phytosanitary (SPS).

Dengan forum kerja sama perdagangan ini, kedua negara optimistis dapat mendorong ekspor produk Indonesia dan mengurangi berbagai kemungkinan timbulnya hambatan perdagangan.

(Baca: Perjanjian Dagang RI - Eropa Diteken, Ribuan Tarif Bea Masuk Dihapus)

Tak hanya itu, Enggartiasto juga mengungkapkan, kedua pihak juga berencana untuk menandatangi nota kesepahaman dalam bidang investasi. "Kami sepakat menggelar pertemuan kedua di Indonesia tahun ini," ujarnya.

Total perdagangan antara Indonesia-Ekuador sepanjang Januari sampai September 2018 mencapai US$ 154,8 juta. Nilai ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, yang tercatat sebesar US$ 96,9 juta.

Ekspor nonmigas Indonesia ke Ekuador periode Januari hingga September 2018 sebesar US$58,7 juta. Produk ekspor terbesar Indonesia ke Ekuador di antaranya yaitu kendaraan bermotor, mesin pemurni, karet alam, dan kertas.

Sementara itu, nilai impor nonmigas adalah sebesar US$ 96,1 juta. Beberapa produk impor Indonesia dari Ekuador terbesar yaitu biji kakao, tembakau, pakan ikan, bunga potong, dan reagen laboratorium.

Reporter: Michael Reily
Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait