Kemensos Minta Bulog Perbaiki Kualitas Beras Bantuan Sosial

Ada beras yang sudah tersimpan lebih dari 1,5 tahun sehingga kadaluwarsa dan tidak dapat disalurkan ke masyarakat.
Michael Reily
28 Juni 2018, 08:58
Beras Bulog
Arief Kamaludin | Katadata

Kementerian Sosial meminta Perum Bulog memperbaiki kualitas beras untuk bantuan sosial kepada masyarakat. Sebab, Bulog merupakan  tempat penyimpanan cadangan beras pemerintah (CBP) untuk disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk penerima keluarga harapan (PKH), beras sejahtera, dan bantuan sosial.

Menteri Sosial Idrus Marham pun mengadakan evaluasi tentang kualitas beras bersama Direktur Utama Bulog Budi Waseso. “Paling penting adalah kepastian beras harus berkualitas,” kata Idrus di Jakarta, Selasa (26/6).

Menurutnya, Bulog perlu memperbaiki kualitas beras supaya penerima manfaat bantuan bisa memperoleh barang layak konsumsi. Sehingga, integrasi antara pemerintah dan Bulog perlu terus ditingkatkan.

(Baca : Bulog Targetkan Pengadaan Beras Kuartal III Sebanyak 1 Juta Ton)

Advertisement

Menanggapi permintaan tersebut, Budi mengatakan bersedia mengevaluasi  sistem penyimpanan beras di gudang dengan periode maksimal penyimpanan tak lebih dari empat bulan. “Supaya kualitasnya layak untuk masyarakat,” katanya.

Dia mengakui bahwa saat ini terdapat sekitar  200 ribu ton beras di gudang Bulog dengan periode penyimpanan lebih dari 4 bulan. Bahkan, ada pula beras yang sudah tersimpan di gudang lebih dari  1,5 tahun. Alhasil, beras yang kadaluwarsa akan tidak dapat disalurkan ke masyarakat.

Atas beras yang tak terpakai ini, Bulog berencana menggunakannya untuk  pakan ternak. Saat ini, stok beras yang ada di gudang Bulog mencapai 1,6 juta ton termasuk di antaranya  200 ribu ton beras yang sudah tidak layak konsumsi karena ada kutu dan kotoran.

(Baca : Di Bawah Buwas, Bulog Masih Enggan Eksekusi Impor Beras)

Pemerintah pun mencoba menyiapkan skema baru untuk 200 ribu ton beras  yang akan diganti fungsinya. Sebab, penggunaan CBP akan menyerap anggaran negara. “Kami sedang siapkan regulasinya karena belum ada aturan tentang disposal beras,” kata Budi.

Dia pun menyebut masyarakat tidak perlu khawatir dengan  kualitas beras Bulog yang akan disalurkan ke masyarakat. Sebab, serapan beras dari petani maupun impor diklaim telah memiliki standar kualitas yang baik untuk dikonsumsi.

Editor: Ekarina
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait