BCA Genjot Kredit Kendaraan Listrik, Salurkan Rp 1,4 Triliun pada 2023

Rena Laila Wuri
22 Februari 2024, 19:29
Pengunjung mengamati mobil listrik BYD Denza D9 yang dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/2/2024). BYD yang merupakan produsen otomotif asal China tersebut masuk ke pasar Indonesia dengan
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww
Pengunjung mengamati mobil listrik BYD Denza D9 yang dipamerkan dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/2/2024). BYD yang merupakan produsen otomotif asal China tersebut masuk ke pasar Indonesia dengan membawa predikat sebagai predikat sebagai brand New Energi Vehicle (NEV) atau mobil dengan konsep elektrik atau electric vehicle (EV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Button AI Summarize

Bank Central Asia (BCA) telah mengeluarkan pembiayaan untuk kendaraan listrik senilai Rp 1,4 triliun pada 2023. Pembiayaan kendaraan listrik menjadi salah satu segmen yang dibidik bank nasional tersebut untuk memenuhi target penyaluran pembiayaan hijau.

Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, berharap kredit kendaraan bermotor listrik akan meningkat tahun ini. Apalagi pembiayaan berkelanjutan meningkat cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. 

"Akhir tahun lalu total pembiayaan terkait dengan EV sudah mendekati 1,4 triliun mudah-mudahan tahun ini bisa meningkat lagi," ujarnya dalam talk show Pertumbuhan Berkelanjutan Ala BCA di YouTube Mirae Asset Sekuritas, Kamis (22/2).

Pada 2024, Vera mengatakan, BCA menargetkan pertumbuhan kredit atau pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) sebesar 8-10 persen. BCA telah menyalurkan pembiayaan hijau atau green financing sebesar Rp 87 triliun year to date per Kamis (22/2).

Dia mengatakan, porsi kredit berkelanjutan saat ini mencapai 25% dari total pembiayaan yang disalurkan BCA. Tren penyaluran hijau tersebut tumbuh pesat dalam lima tahun terakhir.

Dia mengatakan, pembiayaan hijau BCA tidak terfokus dengan energi terbarukan saja, melainkan juga industri-industri yang menerapkan prinsip environmental, social, and governance (ESG).

Halaman:
Reporter: Rena Laila Wuri

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...