Pertamina Ajak Publik Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bahan Bakar Pesawat
PT Pertamina (Persero) mengajak masyarakat untuk mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga yang akan diolah menjadi bahan bakar berkelanjutan untuk pesawat atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan Pertamina telah meluncurkan inisiatif UCollect. Program ini mengajak masyarakat secara aktif untuk menjadi bagian dari ekosistem energi bersih dengan mengumpulkan minyak jelantah rumah tangga.
“Masyarakat bisa menukarkan minyak jelantah di titik-titik pengumpulan yang telah disediakan, seperti UCollect Box di sejumlah SPBU dan rumah sakit IHC Pertamina,” terang Fadjar dalam pernyataan resmi, Kamis (21/8).
Saat ini, Pertamina telah menyediakan 35 titik UCollect Box yang tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Bandung, Semarang, Surabaya, Gresik, Bali, hingga Palembang.
Daftar lengkap lokasi dapat dilihat di aplikasi MyPertamina atau melalui tautan https://mypertamina.id/ubah-jelantah-jadi-rupiah.
Pada saat yang sama, Pertamina juga telah membangun kemitraan kolektif untuk mengumpulkan minyak jelantah dari berbagai sektor komersial, seperti hotel, restoran, kafe (HoReCa), serta industri lainnya.
Pertamina juga melakukan penerbangan perdana avtur SAF berbahan baku minyak jelantah. Penerbangan ini dilakukan oleh maskapai Pelita Air, anak usaha Pertamina, dengan rute penerbangan Jakarta - Bali di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, pada Rabu (20/8).
Pertamina SAF telah diproduksi di Kilang Pertamina RU IV Cilacap dan merupakan pengembangan pertama di Indonesia yang memenuhi standar kualitas internasional DefStan 91-091. ”Pertamina SAF telah mengantongi sertifikat International Sustainability & Carbon Certification (ISCC) sesuai standar Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) dari mulai pengumpulan UCO-nya, fasilitas produksi di kilang, sampai kepada fasilitas transportasi/distribusi SAF,” kata Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri dalam keterangan resmi, Rabu (20/8).
Simon juga mengatakan bahwa Pertamina SAF telah tersertifikasi oleh Renewable Energy Directive European Union (RED EU). Bahkan produksi SAF minyak jelantah juga akan diperluas di Kilang RU II Dumai dan RU VI Balongan.