PLTP Kamojang Penghasil Hidrogen Berbasis Panas Bumi Pertama di ASEAN

Tia Dwitiani Komalasari
23 Februari 2024, 13:40
Tampak udara Green Hydrogen Plant (GHP) di PLTP Kamojang yang menjadi GHP ke-22 di Indonesia.
PLN
Tampak udara Green Hydrogen Plant (GHP) di PLTP Kamojang yang menjadi GHP ke-22 di Indonesia.
Button AI Summarize

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang resmi menjadi penghasil hidrogen hijau (green hydrogen) berbasis panas bumi pertama di Asia Tenggara. Green hydrogen plant (GHP) pada pembangkit energi baru terbarukan (EBT) ini akan memasok hidrogen hijau untuk Hydrogen Refueling Station (HRS) Senayan yang baru diresmikan Rabu, (21/2) kemarin.

PLTP Kamojang menjadi GHP ke-22 yang dibangun PT PLN (Persero). Hidrogen hijau berbasis panas bumi tersebut dihasilkan dari air kondensasi dari proses produksi listrik PLTP Kamojang.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN berencana menambah kapasitas GHP di PLTP Kamojang sehingga produksi hidrogennya semakin besar. GHP ini menambah kapasitas produksi hidrogen hijau hingga 4,3 ton per tahun.

"Kita ingin mencoba hidrogen hijau dari proses produksi energi baru dan terbarukan murni," ujar Darmawan.

Dengan demikian, saat ini PLN telah memiliki 22 GHP tersebar di Indonesia yang bisa memproduksi 203 ton hidrogen hijau per tahun. Dari total produksi tersebut, sebanyak 75 ton hidrogen akan digunakan untuk kebutuhan operasional pembangkit. Sedangkan, 128 ton sisanya akan digunakan bahan bakar kendaraan hidrogen.

Dia mengatakan, total kapasitas produksi hidrogen hijau tersebut mampu digunakan untuk 438 mobil dalam setahun, dengan asumsi setiap mobil menempuh jarak 100 km/hari. Hal ini bisa mengurangi impor BBM sebanyak 1,59 juta liter per tahun menjadi energi domestik.

"Dari sisi hulunya sudah bisa kita selesaikan, dari hilirnya kita membangun HRS sebagai pilot project, nantinya juga di sini ada hydrogen center," kata Darmawan.

Halaman:

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...