Kejar Target 30 GW PLTS, Pemerintah Tandai 9.000 Hektare Lahan Negara dan Waduk
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi lahan milik negara dan waduk untuk lokasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Ini terkait rencana pembangunan PLTS 30 gigawatt (GW) tahun ini.
“Jadi untuk persiapan 30 GW, kami sudah melakukan identifikasi lahan-lahan pemerintah yang bisa dimanfaatkan, termasuk bank tanah yang dikelola oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang (Kementerian ATR). Kemudian juga pemanfaatan waduk,” kata Yuliot, saat ditemui usai menghadiri Indosolar 2026, Rabu (19/8).
Yuliot menjelaskan, Kementerian ATR telah mengidentifikasi sekitar 9.000 hektare lahan yang potensial menjadi lokasi PLTS, salah satunya Waduk Saguling di Jawa Barat.
Sebagai informasi, proyek PLTS 30 GW ini merupakan bagian dari program PLTS 100 GW yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto. Pemetaan lahan untuk PLTS melibatkan PLN, untuk memastikan ketersediaan infrastruktur seperti transmisi dan gardu induk PLN di sekitar lokasi.
Prabowo Bidik Pulau-Pulau Kecil Gunakan PLTS
Proyek PLTS 30 GW juga diarahkan untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang banyak digunakan di daerah terpencil. Prabowo menilai penggunaan PLTD di daerah terpencil tidak efisien.
“Tidak masuk akal jika pulau-pulau yang terpencil kita harus menunggu kapal membawa BBM solar untuk memperoleh listrik. Ongkos ekonominya terlalu tidak efisien,” ujar Prabowo, saat berpidato menyampaikan Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen Jakarta, Jumat (14/8).
Berdasarkan perhitungan pemerintah, negara bisa menghemat biaya bahan bakar hingga Rp73,9 triliun setiap tahun karena program PLTS 100 GW.
