Green Bond Bank Eropa Kecil, Dana Terbesar Mengalir ke Bangunan Bukan Energi

Martha Ruth Thertina
2 September 2026, 15:05
Laporan terbaru Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menunjukkan, nilai green bond yang masih beredar pada 47 bank terbesar di Eropa rata-rata kurang dari 1 persen dari total asetnya.
Vecteezy.com/Sasirin Pamai
Laporan terbaru Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menunjukkan, nilai green bond yang masih beredar pada 47 bank terbesar di Eropa rata-rata kurang dari 1 persen dari total asetnya.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Penerbitan obligasi hijau atau green bond oleh bank-bank besar Eropa masih minim. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut juga belum banyak mengalir ke sektor yang paling berperan dalam mengurangi emisi.

Laporan terbaru Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) menunjukkan, nilai green bond yang masih beredar pada 47 bank terbesar di Eropa rata-rata kurang dari 1 persen dari total asetnya.

“Program green bond terkendala oleh penyaluran kredit ke aset beremisi tinggi dan terbatasnya proyek hijau yang siap dibiayai,” kata Analis sustainable finance IEEFA sekaligus penulis laporan tersebut Kevin Leung, dikutip Rabu (2/9).

Porsi dana terbesar belum mengalir ke sektor yang menghasilkan pengurangan emisi terbesar.

IEEFA menemukan, energi terbarukan hanya mendapat sekitar 20 persen dari dana hasil penerbitan green bond bank-bank Eropa. Namun, sektor ini menyumbang sekitar 90 persen dari pengurangan emisi yang dilaporkan dari proyek-proyek yang dibiayai green bond.

Peran Energi Terbarukan dalam Menekan Emisi

Peran Energi Terbarukan dalam Menekan Emisi (IEEFA)

Sebaliknya, sekitar 70 persen dana green bond dialokasikan untuk bangunan hijau. Namun, sektor tersebut hanya menyumbang sekitar 3 persen dari pengurangan emisi yang dilaporkan.

“Komposisi alokasi ini belum secara tepat menjawab kebutuhan Eropa untuk melakukan transisi energi bersih dan memperkuat ketahanan ekonominya,” kata Kevin.

Dia menyarankan agar bank membuat program green bond yang lebih kredibel dengan mengarahkan pendanaan ke berbagai aset yang memiliki peran penting dalam transisi energi dan memiliki risiko iklim yang rendah.

Peluang Green Bond Dukung Aksi Iklim dan Ekonomi 

Perbankan adalah salah satu penerbit utama di pasar green bond. Namun, IEEFA menilai pasar ini masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Pasalnya, green bond masih menjadi bagian kecil dari sumber pendanaan berbasis pasar yang digunakan bank. Di sisi lain, banyak bank memiliki aset yang memenuhi syarat untuk dibiayai melalui green bond, tetapi belum didanai instrumen tersebut. 

IEEFA merekomendasikan bank mengaitkan penerbitan green bond dengan target keuangan berkelanjutan, rencana transisi, dan manajemen risiko. Dengan begitu, green bond bisa berperan lebih besar dalam aksi iklim -- termasuk transisi energi -- dan ketahanan ekonomi Eropa.

“Mengoptimalkan nilai green bond yang diterbitkan bank sangat penting karena bank memiliki peran besar dalam membiayai perekonomian riil,” kata Kevin.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...