Ada Pandemi, SKK Migas Kaji Perpanjangan Masa Eksplorasi Blok Tuna

SKK Migas mengkaji perpanjangan kedua masa eksplorasi Premier Oil di Blok Tuna karena kegiatan migas sulit dilaksanakan akibat pandemi corona.
Image title
2 Juni 2020, 15:54
skk migas, blok tuna, premier oil, eksplorasi migas, pandemi corona, virus corona, covid-19
Medco Energi
Ilustrasi, pengeboran migas lepas pantai. SKK Migas mengkaji perpanjangan masa eksplorasi kedua untuk Premier Oil di Blok Tuna. Sebab, pengeboran migas terhalang pandemi corona.

Premier Oil kesulitan melaksanakan kegiatan eksplorasi migas di Blok Tuna karena pandemi corona. Padahal batas waktu kegiatan tersebut bakal habis akhir tahun ini.

Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Fatar Yani Abdurrahman menyatakan pihaknya bakal memberikan masa perpanjangan kedua bagi Premier Oil. Namun, batas perpanjangan eksplorasi belum diputuskan.

"Semua tergantung kajian kami," kata Fatar kepada Katadata.co.id, Selasa (2/6).

Sebelumnya, Premier Oil telah mendapat perpanjangan masa eksplorasi selama satu tahun sejak akhir 2019. Perpanjangan tersebut diberikan untuk pelaksanaan pengeboran satu sumur eksplorasi. Pengeboran sumur eksplorasi itu dibutuhkan agar Premier Oil bisa menyusun rencana pengembangan (PoD) Blok Tuna.

Advertisement

(Baca: Premier Oil Tunda Rencana Pengeboran Blok Tuna Akibat Pandemi Corona)

(Baca: Imbas Corona, Pengeboran Sumur Blok Andaman III Mundur hingga 2021)

Di sisi lain, Fatar menyebut SKK Migas tengah menunggu laporan mitra baru Premiere Oil di Blok Tuna.  Sebelumnya, SKK Migas menyatakan Premier Oil telah memiliki calon mitra dari Rusia untuk mengelola Blok Tuna.

Biarpun begitu, perusahaan migas asal Inggris tersebut belum menyebutkan jumlah hak partisipasi yang bakal dilego ke mitra baru. "Kami belum dapat info mengenai partner. Kami tunggu usulan Premier," kata Fatar.

Fatar menyebut Premier Oil harus memiliki mitra untuk mengelola Blok Tuna. Pasalnya, pengembangan Blok Tuna beresiko tinggi karena berbatasan dengan Laut Cina Selatan.

Blok Tuna memiliki dua lapangan migas yakni Singa Laut dan Kuda Laut. Sebelum komposisi hak partisipasi berubah, Premier Oil mendapatkan hak kelola sebesar 65% pada Maret 2017. Sisanya dipegang oleh Mitsui sebesar 25% dan GS Energy sebanyak 15%.

(Baca: SKK Migas: Indonesia Masih Dilirik Oleh Perusahaan Migas Kelas Kakap)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait