Serapan Pasar Rendah, Lifting Migas Semester I 2020 di Bawah Target

SKK Migas mencatat lifting minyak sepanjang semester I 2020 cukup baik. Namun, lifting gas masih rendah karena penyerapan pasar yang turun.
Image title
3 Juli 2020, 19:09
lifting migas, produksi migas, skk migas, apbn
Katadata
Ilustrasi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyebut lifting migas semester I 2020 masih di bawah target APBN tahun ini.

Industri hulu migas Indonesia masih terpukul pandemi corona. Hal itu terlihat dari produksi siap jual atau lifting migas semester I 2020 yang di bawah target.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas menyebut kinerja lifting gas pada enam bulan pertama tahun ini kurang bagus. Lifting gas pada semester I 2020 hanya sekitar 90 persen dari target APBN 2020 sebesar 6.670 MMSCFD.

"Banyak isu offtaker alias penyerapan pasar yang tidak maksimal," ujar Deputi Operasi SKK Julius Wiratno kepada Katadata.co.id pada Jumat (3/7).

Sedangkan kinerja lifting minyak pada enam bulan pertama tahun ini cukup bagus. Julius menyebut lifting minyak pada semester I 2020 bisa mencapai 101 persen terhadap target Work Plan and Budget (WP&B) 2020 sebesar 705,7 ribu barel per hari (bopd).

Advertisement

(Baca: SKK MIgas & Kementerian ESDM Cari Potensi Cadangan Migas di 12 Wilayah)

Namun, realisasi lifting minyak pada paruh pertama tahun ini hanya sekitar 95 persen terhadap target APBN 2020 sebesar 755 ribu bopd. Meski begitu, capaian lifting minyak paruh pertama 2020 masih lebih baik dari bulan sebelumnya.

SKK Migas mencatat lifting minyak pada Mei 2020 sebesar 701,7 ribu bopd atau 92,9 persen dari APBN 2020. Sedangkan lifting gas pada Mei tahun ini sebesar 5.658 MMSCFD atau 84,8 persen dari target pemerintah tahun ini.

Untuk realisasi migas hingga Mei 2020 sebesar 1,712 juta barel ekuivalen minyak per hari (boepd). Realisasi tersebut hanya 88,9 persen dari target APBN 2020 sebesar 1,946 juta boepd.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait