Harga Minyak Anjlok Lagi di Tengah Ketegangan Hubungan AS dan Tiongkok

Harga minyak juga tertekan pasokan minyak AS yang melonjak akibat penurunan permintaan bahan bakar.
Image title
23 Juli 2020, 08:10
harga minyak, amerika serikat, tiongkok
Dok. Chevron
Ilustrasi, pengeboran minyak. Harga minyak pada Kamis (23/7) berbalik turun dipicu ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Harga minyak berbalik turun pada perdagangan Kamis (23/7) dipicu ketegangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Padahal, harga minyak pada hari kemarin sempat menyentuh level tertinggi dalam empat bulan terakhir. 

Mengutip Bloomberg pada hari ini pukul 07.15 WIB, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak September 2020 turun 0,43% menjadi US$ 41,72 per barel. Sedangkan harga minyak jenis Brent untuk kontrak September 2020 turun 0,07% menjadi US$ 44,29 per barel.

Harga minyak dunia turun setelah muncul pertikaian baru antara Washington dan Beijing. AS meminta Tiongkok menutup konsulat di Houston karena dituding memata-matai negara tersebut.

Tiongkok pun berencana membalas tindakan itu dengan mempertimbangkan menutup konsulat AS di Wuhan. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan pandemi corona kemungkinan akan semakin memburuk. 

Hal itu dapat mengakibatkan permintaan bahan bakar melemah sehingga menekan harga minyak. Terlebih lagi, Energy Information Administration (EIA) mencatat persediaan minyak mentah dan penyulingan AS mengalami peningkatan di luar dugaan.

Sedangkan permintaan bahan bakar terus anjlok pada akhir pekan lalu karena lonjakan kasus baru Covid-19 di AS. "Hal itu menunjukkan pemulihan akan permintaan (bahan bakar) nampaknya sangat berat," kata Phil Flynn, Analis Price Futures di Chicago seperti dilansir dari Reuters pada Kamis (23/7).

Di sisi lain, Irak sebagai produsen terbesar kedua di Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau OPEC belum memenuhi komitmennya memotong produksi tahun ini. Hal itu menambah tekanan pada harga minyak.

 

 

Penulis/Reporter : Verda Nano Setiawan

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait