Sesi Pertama, Saham-Saham Telekomunikasi Kompak Bergerak Naik

Image title
10 September 2019, 14:20
ihsg, saham telekomunikasi naik, sesi I, xl, indosat, smartfren
ANTARA FOTO / Akbar Nugroho Gumay
Ilustrasi menara telekomunikasi. Saham-saham telekomunikasi siang ini, Selasa (10/9), kompak bergerak naik di tengah indeks harga saham gabungan (IHSG) yang hanya naik tipis sebesar 0,05% menjadi 6.329,07.

Saham emiten telekomunikasi pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (10/9), kompak bergerak naik di tengah indeks harga saham gabungan (IHSG) yang naik tipis 0,05% ke posisi 6.329,07. Saham-saham tersebut bergerak naik karena beberapa alasan teknikal dan fundamental.

Saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) pada penutupan perdagangan sesi pertama, tercatat naik hingga 24,44% menjadi berada di harga Rp 336 per saham. Saham ini ditransaksikan dengan volume 74,8 juta saham dan dengan nilai Rp 23,78 miliar. Saham TELE tercatat naik 37,7% dalam sepekan perdagangan di pasar saham.

Advertisement

Saham PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) juga ditutup naik pada perdagangan sesi pertama hingga 11,72% menjadi berada di harga Rp 162 per saham. Saham ini ditransaksikan dengan volume 392,16 juta saham dan dengan nilai Rp 61,43 miliar. Saham FREN tercatat naik 37,29% dalam sepekan perdagangan di pasar saham.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji, kedua emiten tersebut secara teknikal memang akan bergerak naik karena sudah sangat jenuh jual (oversold). "Sehingga terjadilah fase akumulasi," kata Nafan kepada Katadata.co.id, Selasa (10/9).

(Baca: Axiata Batal Merger dengan Operator Asal Norwegia, Telenor)

Selanjutnya saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) yang pada penutupan perdagangan sesi pertama, tercatat naik hingga 5,18% menjadi berada di harga Rp 3.459 per saham. Saham ini ditransaksikan dengan volume 13,74 juta saham dan dengan nilai Rp 47,88 miliar. Namun, saham EXCL tercatat turun 1,43% dalam sepekan ini.

Saham EXCL yang tercatat naik ini, menurut Nafan tidak terlepas dari kinerja perusahaan di semester I 2019 lalu yang mengantongi laba bersih Rp 282,3 miliar. Catatan tersebut membaik setelah pada periode yang sama tahun lalu (yoy), perusahaan yang telekomunikasi ini rugi Rp 81,7 miliar.

Selain itu beredar kabar, induk perusahaan EXCL asal Malaysia yaitu Axiata Group Bhd. tengah menjajaki kombinasi bisnis operasional telekomunikasi di Indonesia dengan perusahaan asal Hong Kong yaitu CK Hutchison Holdings Ltd. Dikutip dari Bloomberg, secara informal Hutchison berencana melakukan kombinasi biisnis nirkabel dengan anak usaha Axiata di Indonesia yaitu EXCL.

Halaman:
Reporter: Ihya Ulum Aldin
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement