BEI: Tahun Ini Awal Kebangkitan Investor Retail di Pasar Modal

Image title
1 Desember 2020, 19:43
saham, pasar modal, investor retail, bursa saham, bursa, bursa efek indonesia, kepemilikan investor retail, investor asing, pasar saham
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/hp.
Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai 2020 merupakan tahun kebangkitan investor ritel domestik pasar modal dalam negeri. Hal ini tercermin dari jumlah investor retail yang aktif melakukan transaksi di pasar modal setiap harinya sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data BEI, rata-rata 151 ribu investor retail aktif bertransaksi setiap harinya pada November 2020. Padahal, pada Januari 2020, rata-ratanya hanya 51 ribu investor retail yang bertransaksi. Artinya, terjadi kenaikan kontribusi investor ritel sebesar 196% pada perdagangan saham.

"Tahun ini adalah awal kebangkitan dari retail kita," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam acara media gathering yang digelar secara virtual, Selasa (1/12).

Bukti lainnya, tercermin dari kepemilikan saham investor ritel yang saat ini mencapai 12,2% dari total kepemilikan saham per Oktober 2020. Komposisi kepemilikan saham lainnya yaitu investor institusi domestik memiliki 39% saham, sementara institusi asing memiliki 48,8% saham.

Kebangkitan pada investor retail terlihat dari bertambahnya porsi kepemilikan investor retail dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 10,6% saham. Saat itu, institusi asing masih mendominasi dengan kepemilikan 51,7% saham dan institusi domestik sebesar 37,7% saham.

Selain itu, jika dilihat dari total nilai perdagangan saham sepanjang Januari hingga Oktober 2020, investor retail berkontribusi terhadap 44,3% nilai transaksi. Sedangkan investor institusi domestik hanya 21,7% dan asing hanya 34%. Sehingga, jika digabungkan antara investor retail dan institusi domestik, maka 66% transaksi di pasar saham didominasi pemain lokal.

"Ada tekanan jual dari asing, tapi yang menyerap adalah investor retail kita. Oleh karena itu, kami sebut tahun ini adalah kebangkitan untuk investor retail kita," kata Inarno.

Momentum ini tidak disia-siakan oleh Bursa dengan menargetkan pertumbuhan investor pasar modal sebesar 22% pada 2021 mendatang. Inarno yakin karena saat ini Bursa memiliki berbagai kebijakan pendekatan melalui sosialisasi secara virtual.

Inarno mengatakan peningkatan aktivitas investor retail dalam negeri ini tidak lain karena adanya perubahan perilaku masyarakat di tengah pandemi Covid-19, dimana masyarakat memiliki dana lebih yang akhirnya diinvestasikan di pasar saham. Ia berharap, perilaku ini tetap berlanjut hingga ke tahun-tahun berikutnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, kenaikan investor ini juga disebabkan oleh kemudahan dalam membuka rekening. "Dengan menggunakan smartphone, kita sudah bisa membuka rekening saham melalui aplikasi," katanya.

Berdasarkan data KSEI, total investor di pasar modal mencapai 3,53 juta per 19 November 2020. Jumlah ini ternyata meningkat hingga 42,19% dibandingkan dengan jumlah investor pada 2019 yang sebanyak 2,48 juta. Dari total tersebut, investor individu mencapai 3,5 juta, sementara 32.073 sisanya institusi.

Halaman:

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...