Ditutup Melemah, IHSG Diramalkan Bearish Pekan Depan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,07% ke posisi 6.581,78 pada pekan pertama November 2021. Penurunan tersebut juga dibayangi rilis data pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2021 di posisi 3,51 yang di bawah ekspektasi pemerintah.
Analis Binaartha Technical Research Ivan Rosanova meramalkan IHSG berpeluang naik dalam jangka pendek menuju level resistance berikutnya di level 6.642. IHSG akhir pekan pertama November berhasil rebound setelah mengisi celah yang timbul karena penurunan pada hari Kamis (4/11).
"Indikator MACD (Moving Average Convergence/ Divergence) menandakan kondisi bearish," kata Ivan dalam risetnya, Jumat (5/11).
Adapun, level support IHSG pada pekan kedua ada di titik 6.532, 6.500, dan 6.457. Sementara itu, level resistance ada di posisi 6.608, 6.642, dan 6.687.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali tumbuh karena peningkatan pembelian. Jika harga terus melemah, harga akan terus menurun untuk menemukan titik support baru.
Sebaliknya, resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju pertumbuhan harga tertahan.
Beberapa emiten yang direkomendasikan Ivan pada pekan depan adalah Bank Negara Indonesia (BBNI), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Gudang Garam (GGRM), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), dan Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM).
Sejalan, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper memprediksi IHSG akan terus melemah pada pekan depan. Secara teknikal Candlestick, IHSG akan membentuk lower high dan lower low disertai indikator stochastic yang menyempit dan berpotensi melemah.
Analisis Candlestick adalah analisis teknikal yang menunjukkan harga tertinggi, terendah, pembukaan, dan penutupan pada periode waktu tertentu. Sementara itu, indikator stochastic merupakan indikator yang menunjukkan sinyal jual dan belu melalui dua garis yang berpotongan.
Di samping itu, Dennies memperkirakan IHSG pada pekan depan akan dibayangi rilis data ekonomi pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga 2021 dan tapering oleh bank sentral Amerika serikat pada akhir November 2021. Pada saat yang sama, penopang IHSG datang dari rilis kinerja emiten sepanjang Juli-September 2021.
